Nuansa Horor dalam “Doctor Strange in the Multiverse of Madness”

Doctor strange 2

Jika diperhatikan film-film yang masuk dalam Marvel Cinematic Universe, maka beberapa di antaranya memiliki nuansa dark dan unsur horor. Film-film tersebut di antaranya “The New Mutants”, “Morbius”, serial “Moon Knight”, dan yang terakhir adalah “Doctor Strange 2” alias “Doctor Strange in the Multiverse of Madness”. Unsur jumpscare dan nuansa horor sukses dikemas oleh Sam Raimi yang memang sering menjadi sutradara dan produser film horor.

Dalam film sekuel “Doctor Strange” ini nuansanya terasa suram. Ada beberapa adegan jumpscare yang biasa hadir di film horor. Menurutku ini sesuatu yang segar di ramah Marvel. Apalagi sebenarnya di buku Marvel yang kumiliki tentang semacam ensiklopedia bergambar, ada kisah horor tersendiri dalam Marvel.

Tokoh-tokoh yang masuk dalam ranah horor dan dunia lain Marvel cukup banyak. Sebagian sudah muncul seperti Howard the Duck, Moon Knight, Watcher, Morbius, Dormamu, Blade, Collector, Baron Mordo, Ancient One, Apocalypde Shuma-Gorath, dan Thanos. Yang baru dan belum muncul ada Clea di mana dalam cerita dikisahkan akan menikah dengan Doctor Strange. Lalu ada Satannish, Satana, Man-Thing, Dracula, Eternity, Fin Fang Foom, Adam Warlock, Devil Dinosaur and Moon-Boy, Hannibal King, Nightmare, Death, Cloak and Dagger, Umar, Werewolf, Dr. Voodoo, Zombie, Ghost Rider, dan Frankestein’s Monster. Jadi bisa jadi suatu ketika Doctor Strange bertemu dengan Moon Knight dan lainnya. Seru.

Sam Raimi sendiri dikenal sebagai sutradara trilogi “Spider-Man” era Tobey Maguire. Namun selain dikenal lewat film tersebut, ia juga disorot karena film-film horor sukses besutannya. Karya filmnya yang sukses di antaranya “Army of Darkness”, “Evil Dead”, dan “Drag Me to Hell”. Sedangkan film horor yang diproduserinya di antaranya ” Possesion”, “The Grudge”, dan “Umma”. Ya, dengan pengalamannya di kancah film horor, tak heran jika ia suka cita membubuhkan nuansa horor di sekuel kisah Doctor Strange ini.

Buku marvel

Kembali ke film ” Doctor Strange in the Multiverse of Madness”, memang film ini tak sepenuhnya memuaskan. Ada banyak hal yang membuatku juga merasa kok filmnya begini ya, kok begitu ya.

Namun juga ada sisi yang membuatku senang. Yang pertama adalah performa Benedict Cumberbatch dan Elizabeth Olsen yang ekselen dalam membangun cerita. Sejak muncul dalam film “Marta, Marcy,May, Marlene”, Elizabeth Olsen memang menarik perhatian. Demikian pula dengan Beneditc Cumberbatch yang mencolok sejak tampil Dalam serial ” Sherlock Holmes”.

Dalam film ini Elizabeth Olsen mampu memerankan sosok Wanda Maximoff/Scarlet Witch yang depresi dan menakutkan. Ia mengalami berbagai trauma, dari kehilangan adiknya, Silverquick, kekasihnya yakni Vision, kemudian juga kehilangan anak rekaannya, Tommy dan Billyyang tak sengaja ia ciptakan dalam Westview.

Konflik dalam film ini terpicu dari keinginan Wanda bertemu dengan kedua anaknya. Ia yakin anaknya ada di semesta lainnya. Ia terus mencari dan kemudian menemukannya. Ia menguatirkannya dan ingin bersama mereka.

Hanya untuk menuju semesta tersebut, ia tak punya kemampuan. Ia memerlukan seseorang yang punya bakat melintasi semesta. Dengan buku terkutuk, Darkhold, ia hanya mampu  melakukan dreamwalk, mengambil dan mengendalikan tubuh Wanda versi semesta lainnya, tapi raga aslinya tak mampu ke sana, ke Bumi-838.

Doctor strange 2

Maka untuk itulah ia mengendalikan beberapa makhluk untuk menyerang remaja bernama America Chavez (Xochitl Gomez) yang punya kemampuan tersebut. Hanya si remaja tersebut rupanya tak mampu mengendalikan kekuatannya. Kekuatannya hanya muncul jika ia ketakutan.

Doctor Strange di semesta lainnya melindunginya. Namun ia kalah dan terbunuh. Jasadnya dibawa oleh gadis tersebut untuk ditunjukan ke Doctor Strange di waktu sakral (bumi-616) agar ia percaya akan ceritanya.
Sejak berurusan dengan kejadian di  Spider-Man, ia masih bingung dengan konsep multiverse dan mendatangi Wanda. Tapi ia kecewa ketika mengetahui Wanda sebenarnya pelaku pengejar America.

Pelarian Doctor Strange dan pencarianya ke Book of Vishanti membawanya ke berbagai semesta. Ia sempat berjumpa dengan kelompok Illuminati dan berjumpa dengan sosok Doctor Strange lainnya yang pikirannya terkorupsi oleh Darkhold.

Dari segi cerita menurutku ceritanya tidak terduga dan imajinatif. Kisahnya juga runtut dengan mengkombinasikan kisah dalam serial “What If”, “Wanda Vision”, dan “Inhuman”. Di sini Disney/Marvel juga mencoba memperkenalkan dan menggabungkan kisah/semesta Inhuman, X-Men, dan Fantastic Four ke dalam kesatuan Marvel Cinematic Universe. Ini ide yang jenius.

Doctor strange 2
Namun memang dari segi kisah, agak kurang memuaskan. Wanda sebagai Scarlet Witch terlalu kuat. Tokoh superhero yang tergabung dalam iluminati seperti Miss Marvell (Maria Rambeau), Black Bolt (Blackagar Boltagon), Mr. Fantastic (Reed Richards), Captain Carter (Peggy Carter), dan Profesor X (Charles Xavier) jadi nampak konyol.

Kisahnya jadi seperti sosok Carrie yang memiliki kekuatan  telekinesis dan sangat menakutkan ketika sedang mengamuk. Sosok  Scarlet ini juga membuatku teringat akan kisah Jean Grey ketika menjadi Dark Phoenix  terutama ketika ia berinteraksi dengan Profesor X. Wah kalau Dark Phoenix lawan Scarlet Witch kira-kira lebih kuat mana ya?

Ya, dari segi plot agak kurang memuaskan. Demikian juga dengan penutupnya. Tokoh America Chavez juga kurang menonjol di sini, kurang berkesan. Aku jadi berpikir apakah kekuatan Magik dalam “The New Mutants” sama dengan America, sama-sama bisa melintasi dimensi, tapi Magik lebih mencuri perhatian.

Doctor strange 2
Cerita yang imajinatif, CGI menawan, dan performa Cumberbatch-Olsen yang apik, hanya eksekusi agak kedodoran dan banyak tokoh yang nampak hanya sebagai figuran dan kurang berkesan. Di penutup ada sosok Clea. Jika ceritanya mirip dengan di komik bisa jadi Clea menggantikan posisi Christine Palmer di hati Strange.

Wah masih banyak film yang belum kuulas. Tunggu ya, banyak banget pe er nulisnya. 

Gambar milik Marvel/Disney, buku dokpri

~ oleh dewipuspasari pada Mei 19, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: