Samsudin Habis Steril

Samsudin

Tahun ini aku ingin melakukan steril ke kucing-kucing dewasa yang ada di rumah. Terutama kucing betina. Aku sudah nggak mampu menambah kucing lagi. Tiga belas kucing rasanya sudah membuatku kerepotan sekali. Apalagi ketika semuanya pilek seperti saat ini.

Aku mendaftar program steril subsidi yang diadakan sebuah klinik. Harga steril kucing di dekat rumah mahalnya amit-amit. Waktu itu aku mencoba mendaftar untuk Pang. Biayanya total Rp 500 ribu plus rawat inap semalam Rp 85 ribu, plus cek darah sekitar Rp 200 ribu. Yang betina bisa dua kali lipat.

Nah di subsidi steril ini tiga kucing plus antar jemput jadinya Rp 950 ribu. Lebih hemat tapi bikin aku menangis karena dijemputnya pakai motor. Ya, tiga kucing ditaruh masing-masing di kargo ditumpuk dan dinaikkan ke motor.

Selama empat puluh menit ke depan aku was-was dan menangis, kuatir akan keselamatan mereka. Wah tahu gitu kuantar mereka saja dengan sewa taksi daring. Memang sih aku sering ditolak jika bawa kucing ke klinik oleh pengemudi taksi, tapi di antara sembilan yang menolak, biasanya ada satu pengemudi yang bersedia.

Kurirnya memang sudah ahli dalam membawa kucing. Tapi aku tetap cemas sekali.

Singkat kata, Pong dan Opal ditolak karena lagi pilek. Mereka akhirnya kembali pulang dan kuobati. Karena mereka puasa sejak pukul 16.00 dan baru kembali lagi saat siang hari, maka mereka sangat kelaparan dan kehausan.

Samsudin si betina yang kemudian lolos screening steril. Selama seharian ini aku tak tenang menunggui kabarnya. Kapan ia akan pulang? Apakah ia baik-baik saja? 

Akhirnya ia pulang naik motor sekitar pukul 19.00. Aku menyambutnya. Ia langsung kelaparan. Kuberikan ia makanan kucing basah dan lele goreng. Eh ia habis 1,5 ekor lele goreng. 

Berikutnya si Mungil yang akan kusteril. Tapi si Mungil galak. Sementara Pong, Opal, duo Nero, dan Meme masih pilek, jadi belum bisa disteril. Cindil lagi hamil. Dan empat kucing lainnya masih kecil. 

Masih banyak PR ku untuk program sterilisasi kucing. Belum lagi urusan kucing. 

~ oleh dewipuspasari pada Juli 21, 2022.

2 Tanggapan to “Samsudin Habis Steril”

  1. Semangat ya mbak, di rumahku juga kucing betina habis disteril, biar nggak beranak pinak lagi. Nanti anaknya juga mau disteril kalau sudah cukup umur. Semoga dimampukan rezekinya untuk memelihara kucing-kucing 😇

    • Terima kasih Ratih
      Iya nih udah mulai kerepotan
      Tapi aku masih ragu untuk naruh mereka ke panti asuhan kucing
      Semoga masih diberi daya untuk mengasuh mereka semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: