Cerita Kucing

Kucing

Ada tiga belas kucing di rumah. Yang paling tua sejak Nero meninggal adalah si Mungil. Usianya kini 3,5 tahun. Generasi berikutnya ada Cindil. Disusul Pang, Pong, dan Opal. Juga muncul Samsudin yang diselamatkan pasangan. Cindil kemudian melahirkan duo Nero, Clara, dan si Petualang. Sedangkan Samsudin ada Meme, Panda, dan Twin Sam. Wah rumahku begitu meriah.

Aku suka mengumpulkan foto-foto mereka. Jika kulihat lagi foto mereka, ada kalanya aku tergelak, sedih, juga rindu. Memang aku kerepotan mengurus mereka. Apalagi jika banyak yang sakit pilek seperti saat ini. Tapi ada kalanya aku bersyukur, aku tak kesepian dan kehidupanku jadi penuh warna.

Dari foto dan dari ikatanku dengan mereka, aku membuat cerita. Aku iseng-iseng membuat akun IG bernama Kucing Keblinger. Isinya tentang keseharian mereka. Baru kubuat, jadinya isinya baru dua foto.

Berikut dua cerita, dari sudut pandang Meme, anak pertama Samsudin. Urutan kedua adalah cerita Clara, anak Cindil.

Kucing Pang dan Meme
Kucing Pang dan Meme

Sosok Ayah

Aku mengidolakanmu
Ibuku jarang hadir di kehidupanku.
Ia saat itu baru saja jadi ibu,
mungkin tak tahu bagaimana sikap menjadi ibu.

Aku jarang disusuinya
dan lalai dibersihkan badanku olehnya.
Aku tumbuh mandiri karenanya
Namun aku jadi tertutup karenanya

Kehadiranmu bak sosok ayah bagiku.
Kamu menjadi kawanku.
Mau menjilati tubuhku.
Aku suka mengikutimu.

Kamu bak ayahku, Pang.

Clara

Namaku Clara
Aku kucing yang manis dan lincah
Aku pandai berkawan
Aku juga suka akan Pang,
si kucing besar yang nakal
Ia menjadi mentor segala ulah lucu dan nakal

Kucing Clara dan Pang

~ oleh dewipuspasari pada Juli 22, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: