Pantang Menyerah Ungsikan Anak

Cindil pindahan
Cindil lagi-lagi melahirkan
Aku terlambat mencegahnya
Ia melahirkan bayi empat
Lalu meninggal salah satunya

Ia lahiran di dalam koper
Membuatku kami geger
Koper itu resletingnya hanya buka sedikit
Membuatku takjub akan jerih payah Cindil

Kupindahkan anak bayi di kardus
Si Cindil agak cemberut
Berhari-hari Ia betah di dalam
Hingga Cindil memutuskan memindahkannya

Bayi kucing itu diungsikannya ke kardus lainnya
Kardus itu ada di atas sofa
Aku heran Ia memilihnya
Karena kardus itu lebih kecil ukurannya

Ketika aku rapat di dalam kamar
Jendela lupa kututup rapat
Lalu muncullah kepala
Seekor kucing dengan bayi di mulutnya

Aku bengong dan tak bisa mencegahnya
Tak enak karena masih ada rapat
Ia memindahkan bayi kucing dalam kamar
Lalu usai rapat kubalikkan lagi ke asalnya

Ketika aku pulas tidur ada sesuatu di perutku
Ia kecil dan membuatku tekejut
Rupanya Cindil kembali membawa anaknya
Tak tahu diri mereka di kasur dan tiduran

Aku petak umpet dengan Cindil
Lagi-lagi Ia memasukkan bayi
Jika aku lengah sedikit
tiga bayi kucing sudah lelap di kamar ini

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 12, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: