Hujan Gerimis dan Cahaya Temaram

Aku sudah lama tak berjalan kaki saat malam hari di sekitar rumah. Ketika tadi ada belanjaan yang harus segera kubeli, aku pun memaksa diri untuk berjalan. Di luar masih gerimis. Aku pun berjalan berpayung seusai berbuka puasa.
Baru kuperhatikan sekelilingku terasa lebih gelap daripada biasanya. Ya, ada tiga tetangga yang rumahnya kosong. Apesnya rumahku diapit keduanya. Gelap total.

Sudah sebulanan rumah kiri tak ditempati, sedangkan rumah di sisi kananku sudah berbulan-bulan tak ada penghuninya. Ini kadang-kadang membuatku agak was-was jika berada di loteng sendirian. Aku meminta pengawalan kucing-kucing untuk menjagaku di sana.

Rumah satunya sudah lebih dari dua tahun kosong. Hanya sesekali dikunjungi kerabatnya.. Jika malam aku menghindari melihat jendela lantai duanya. Takut imajinasiku liar dan malah membuatku ketakutan.

Ya ada tiga rumah kosong di gang rumahku. Jika aku melewati jalanan utama, sepertinya juga banyak rumah kosong kanan kiri. Aku tak tahu kemana penghuninya?

Sepi, gerimis, dan penerangan terasa temaram. Ketika ku kembali membawa belanjaan, aku bergegas pulang. Sebentar lagi adzan Isya akan berkumandang.

Untunglah hujan mulai berhenti. Kulihat beberapa orang sudah mulai berangkat ke masjid untuk tarawih.

Di pagar rumah, beberapa kucing sudah bergerombol. Mereka ikut menyerbu masuk, mengira aku membawa makan malam. 

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 27, 2023.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: