Kalung Kucing
Lagi-lagi kucingku kupasangkan kalung. Hal ini dikarenakan ada kawanan tetangga baru yang tinggal di seberang rumahku. Mereka begitu banyak dan berisik hingga matahari berlalu. Aku kuatir ada apa-apa dengan kucingku, akhirnya kupasangkan kalung.
Sebenarnya aku kasihan melihat mereka mengenakan kalung. Pastinya bikin mereka tak nyaman untuk tidur. Pergerakan dan aktivitas mereka mungkin juga terganggu. Tapi lagi-lagi aku kuatir dengan nasib kucingku. Aku jadi lebih protektif sejak Panda dan Nero Nakal hilang dan berlalu.
Dan, si Nero Manis langsung kehilangan kalung hanya dalam waktu dua hari. Meski wajahnya paling manis dan selalu nampak tersakiti, aslinya ia kucing yang iseng dan begitu aktif. Ia tahu saja cara melepas kalung kucing.
Kucing-kucing nampak lebih lucu dan manis dengan mengenakan kalung. Eh tidak semuanya sih yang jadi makin imut. Pengecualiannya adalah Pong dan Opal yang tak terbantu jadi imut dengan kalung. Opal terlalu serius dan Pong nampak bandel selalu. Biasanya mereka tak awet pakai kalung, selalu copot, moga-moga kali ini mereka bertahan agar tak ada yang mengusili kucing-kucing itu.
Setiap pagi aku dengar krincing-krincing. Mereka lari ke sana ke mari. Saat makan tiba, suara krincing pun makin kencang, lonceng kucing gemrisik.
Si Naura kemarin agak batuk. Untuk sementara kulepas kalung itu, biar ia bisa bernafas dengan lebih nyaman teratur.
Kucing-kucing nampak manis dengan kalung kucing warna-warni. Kali ini kupilihkan hijau untuk Samsudin. Warna pink tetap untuk Cindil. Kucing-kucing lainnya kupilih warna kontras agar serasi dengan bulu kucing

Semasa atau sedari kucing kecil kami juga mengenakan kalung, jadi tau pergerakan dan keberadaan nya, takutnya sering ngikutin kita mlh keinjek kita.
Ini sudah 3 kucing lepas kalungnya hehehe, padahal rapet.