Rak Buku dan Serangan Rayap
Sejak dulu aku ingin punya perpustakaan pribadi. Rasanya tempat tinggal baru terasa nyaman, andaikata sudah ada banyak rak buku.
Lalu mulailah aku mengumpulkan buku dari hitungan satuan hingga mencapai ribuan. Satu-persatu buku terkumpul sejak aku duduk di bangku SD, dari majalah Bobo, komik, hingga kemudian novel-novel.
Buku-bukunya kemudian bertambah variasi dari buku bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Perancis, bahasa Jerman, bahasa Jepang, dan bahasa Inggris. Ada yang bisa kubaca, namun tak sedikit yang cuma kunikmati ilustrasinya.
Dulu hal paling menyenangkan adalah ketika main ke lapak buku bekas di Malang dan di Surabaya. Lalu memborong buku hingga tas penuh dan duit ludes. Dengan duit seratus ribu dulu bisa dapat banyak. Uangnya sendiri kumpulkan dari sisa uang saku.
Favorit berikutnya yaitu ke pameran buku. Di pameran buku juga sering ada diskon dan buku-buku baru yang bagus. Ada kalanya aku menemukan buku langka, yang sudah kudapat. Lama-kelamaan rak bukuku penuh, dari satu rak beranak menjadi dua rak hingga makin banyak.
Dari belasan buku, kemudian menjadi ratusan lalu lebih dari seribu buku. Ya, ada begitu banyak buku.
Tapi kemudian terjadi musibah. Rak dan bukuku terserang rayap. Serangan rayap itu senyap dan aku baru ngeh ketika sudah banyak buku yang menjadi korban.
Saat itu aku menangis karena ada banyak buku langka dan bagus yang ludes dimakan rayap, tinggal menyisakan sampul.
Karena tempat tinggal kami rawan rayap maka kami mengganti rak buku kayu menjadi rak aluminium. Aku juga masih mencari rak lainnya yang aman rayap. Sementara sebagian buku kutaruh di lemari plastik dan kontainer.
Sedih sekali ketika menyaksikan buku tak berdaya melawan rayap.
Di antara buku-buku yang kukoleksi, di antaranya adalah buku-buku terbitan Bentang Pustaka, di antaranya Aroma Karsa, Dunia dari Keping Ingatan, dan Kritikus Adinan. Umumnya bukunya adalah buku sastra yang berbobot namun enak dibaca, tidak terasa berat.
Aku masih mencari rak buku lainnya yang kiranya bisa membentengi buku dari rayap. Rak aluminium berat dan memakan banyak tempat. Aku masih menimbang-nimbang rak buku dari kayu jati. Rak buku yang besar seperti punya Bella dalam Beauty and the Beast.

Salah satu risiko tinggal di daerah tropis dengan kelembaban udara tinggi.
Semoga lekas dapat gantinya Pus
Betul O..
Sedih banget buku-buku langka tinggal sampulnya doang