Malam Semakin Larut Pikiran Masih Kusut
Malam semakin larut
Lampu mulai meredup
Musik pengantar tidur mengalun
Sebagian kucing pun mulai mendengkur
Mataku masih 20 watt
Masih cukup terang
Gara-gara aku tadi sempat terlelap
Setelah lelah menggali makam
Dua anak kucing kumakamkan
Keduanya kucing hitam
Kutaruh jenazahnya bersebelahan
Agar mereka hangat di bawah sana
Malam semakin larut
Pikiranku masih kusut
Dua anak kucing belum sembuh
Kubawa pulang karna tagihan bikin ku cemberut
Masih awal bulan Februari
Diam-diam aku kuatir
Demikian besar pengeluaran kucing
Aku harus memikir sumber pendapatan lain
Malam semakin larut
Kucing-kucing tidur dengan khusu’
Beginilah rasanya menjadi ibu
Kucing-kucing bikin ku kusut dan tersenyum
Jika aku tak kunjung tidur
Malam akan meninggalkanku
Dini hari akan menyambutku
Setelahnya, aku bakal makin susah tertidur
Kucing-kucing tidur bergelung
Mereka tak pernah nampak pusing akan sesuatu
Hanya makan, main, dan melucu
Dengkuran mereka mulai membuatku mengantuk
