Puisi Naratif Kusut

Bangun tidur, tersumbat hidung
Tenggorokan terasa perih, duh
Segera kucari vitamin dan obat yang ampuh
Kujerang air dan ayam ‘tuk buat kaldu
Kucing-kucing lagi sakit, aku tak boleh sakit
Jika pun sakit, aku harus segera pulih
Siapa yang akan merawat Momo dan Kiki
Siapa yang akan bawa Kiki ke klinik
Kuteguk kaldu penuh syukur
Aku masih bisa merasakan rasa gurih itu
Daging ayam buat para kucingku
Aku cukuplah dengan kaldu
Ooh para kucing juga pingin
Kubagi kalduku dengan Nero manis
Melihat mata mereka, bikin aku ingin jadi pahlawan kucing
Aku harus pulih cepat dan memberi kasih
Kata Google hari ini hari puisi
Aku tak pandai memilih diksi
Jadilah puisi lugas yang naratif
Aku hanya bisa bermain rima seperti ini
Malam makin berkuasa
Sebentar lagi burung malam akan tiba
Kelelawar kadang ikut serta
Juga angin yang seperti membawa rahasia
Aku belum kunjung memejamkan mata
Padahal obat sudah kutenggak
Mengapa aku gelisah
Apakah karena aku merindukan kucingku yang hilang
Hari ini aku bercerita apa saja
Pikiranku seperti garis tak terarah
Sambil mendengar tembang Eivor yang tak biasa
Aku seperti diajaknya berkelana
Hawa begitu gerahnya
Membuat tidur terasa susah
Nyamuk-nyamuk mulai nakal
Lenganku sudah muncul bulatan merah gatal
Kantuk mulai menguasai tubuhku
Sebentar lagi pasti aku tertidur
Tunggu, biarkan kuunggah tulisan ini dulu
Tulisan benang kusut seperti orang meracau saat demam itu
Creamy dan Mimi saling menjilat
Mereka adik kakak seperti malaikat
Ooh aku beruntung punya mereka
Semua kucingku bak pahlawan
Zzzzz…..
Gambar dari Step Up 5/IMDb
