Ada Pohon Silsilah Pandawa di Museum Wayang

Pohon silsilah Pandawa

Entah sudah kali berapa aku ke Museum Wayang yang terletak di kota tua Jakarta. Sepertinya sudah ketiga kalinya. Dan, menariknya aku selalu merasa ada sesuatu yang baru di sana. Kini aku baru menyadari keberadaan pohon silsilah Pandawa.

Seperti museum-museum lainnya yang mulai memanfaatkan teknologi seperti teknologi imersif, Museum Wayang juga mulai berinovasi. Tujuannya tentu untuk menarik generasi muda yang menyukai sesuatu yang menarik untuk dibagi dan didokumentasi.

Salah satu yang kuapresiasi adalah keberadaan pohon silsilah Pandawa ini. Lokasinya ada di lantai dua, menyambut pengunjung ketika sudah tiba di lantai ini.

Ada cerita sejarah kesenian wayang di negeri ini. Juga tentunya cerita wayang yang epik, di mana begitu dikenal sehingga seperti bagian dari kisah pewayangan negeri ini.

Silsilah itu diawali dari Prabu Santanu yang setelah kehilangan Dewi Gangga kemudian menikah dengan Dewi Setyawati. Prabu Santanu dianggap melanggar perjanjian dengan Dewi Gangga karena menggagalkan rencana sang Dewi untuk menghanyutkan bayinya.

Ada cerita menarik di balik kejadian ini. Bayi yang kemudian tertolong itu adalah Bisma, sementara sang ibu kembali ke Kahyangan.

Namun, mungkin itu sudah takdir dari Sang Pencipta. Andai Santanu hanya bersama Dewi Gangga maka tak akan ada kisah Mahabarata dan Baratayuda.

Ada beberapa tokoh yang tak dimunculkan di sini karena mungkin bakal memunculkan kontroversi. Misalnya putra pertama Dewi Setyawati.

Dulu waktu kecil aku tak paham maksud dari komik RA. Kosasih yang kubaca tentang asal usul Pandu, Destarasta, dan Widura. Baru setelah membacanya lagi aku bisa mencernanya. Sayang di pohon silsilah ini Widura tidak ditampilkan.

Pohon silsilah ini hanya versi sederhana untuk menunjukkan asal usul Pandawa dan Kurawa. Menurutku kurang lengkap. Mungkin suatu ketika akan dilengkapi hingga sampai di cucu Pandawa seperti Parikesit dan Udrayana.

Hubungan persaudaraan antara Kunti dan kakak beradik Baladewa-Kresna juga bakal menarik apabila ditambahkan. Demikian juga dengan anak-anak tiap Pandawa, seperti Gatotkaca dan Abimanyu. Namun memang perlu diingat bahwa ada cerita pewayangan yang berbeda antara versi India dan versi Jawa.

Kini Museum Wayang terus berbenah dan nampak segar. Suasana yang dulu sempat singup terasa memudar.

~ oleh dewipuspasari pada April 29, 2026.

Tinggalkan komentar