Beternak Lele dalam Galon Bekas

Eh, kok ada lele di galon? Aku mendekat, melihat dua buah galon yang dipasang berjajar. Yang satu berisikan anakan lele berukuran 9 cm. Lainnya berisikan lele yang lebih besar. Wah galon jadi akuarium? Menarik juga idenya.

Gagasan beternak lele dalam galon bekas ini mendapat sambutan hangat dari para peserta Perempuan Mewujudkan Ketahanan Pangan yang dihelat di Gudskul Ekosistem. Bagi yang tak gemar lele, maka ternak ikan ini juga bisa diganti ikan nila dan ikan lainnya yang perawatannya tak begitu susah.

Rupanya ada cerita sebelum ide ternak lele si ruang terbatas ini berjalan. Sebelumnya gagasan beternak ini dijalankan oleh sebuah sekolah untuk media pembelajaran para siswanya.

Mereka menggunakan kolam terpal untuk beternak lele. Satu kolam terpal bisa menampung sekitar seribu ekor.

Oleh karena sistem kolam terpal yang diberi nama Clepi (Cicen Lele Hepi) berhasil kemudian digagas menggunakan wadah galon. Ternyata juga berhasil. Cara ini cocok bagi mereka yang tinggal di kawasan urban karena rata-rata memiliki lahan yang terbatas.

Nah, pada ternak lele dengan menggunakan sistem bioflok ini yang paling penting adalah pengolahan air. Oleh karena air di sini menyimpan nutrisi.

Teh Isma, narasumber dari Citra Cendikia, menyebutnya sebagai air tandon. Air ini merupakan hasil dari fermentasi EM4 khusus perikanan dan molase. Proses fermentasinya sekitar seminggu. Dengan adanya air bernutrisi ini maka akan hemat pakan dan hemat air.

Untuk pakannya sendiri tetap menggunakan pelet. Jumlah pakan disesuaikan, agar air tidak cepat keruh.

Untuk beternak lele dalam galon ini Teh Isma menyarankan menggunakan aerator agar kebutuhan oksigen tercukupi dan agar air tandon tidak berbau. Ikan lele sebagai bibit dipilih yang berukuran 7-8 cm. Dalam satu galon bisa menampung hingga 25 lele anakan.

Sedangkan ketika lele sudah mulai besar, jumlahnya bisa dikurangi hingga maksimal 10 lele atau kurang bergantung ukurannya. Kasihan lelenya jika berdesakan di dalam galon. Mereka pasti tak nyaman.

Nah, agar lele tidak melompat maka bisa ditutup dengan saringan di mana juga bisa menjadi media tanam hidroponik. “Rupanya kangkungnya tumbuh dengan baik, padahal tadinya hanya coba-coba,” ucap Teh Isma.

Lantas kapan lele dipanennya? Sekitar tiga bulan kemudian.

Hayo siapa yang mau coba beternak lele dalam galon? Yang tinggal di perkotaan atau mereka yang ingin belajar mencukupi kebutuhan pangan sendiri bisa mencoba gagasan ini. Nanti cerita ya kalau sudah berhasil.

~ oleh dewipuspasari pada Juli 31, 2026.

Tinggalkan komentar