Sup Daging Tomat Nanas dan Animasi “Bark”

Minggu petang, aku sibuk mengepel halaman. Abu vulkanik Anak Krakatau telah masuk Jakarta, membuatku menyiram lantai dua kalian. Sementara di dapur, api kecil bekerja keras memberi keajaiban kepada aneka bahan yang sedang dimasak.

Bahan-bahan yang masuk di panci seperti air, daging sapi tetelan, nanas, sawi, dan tomat berupaya keras diharmonisasikan. Lada dan kecap dimasukkan untuk menambah cita rasa.

Api kadang disepelekan dalam hal memberikan kontribusi menciptakan makanan yang lezat. Api besar dan api kecil punya peran yang berbeda dalam menciptakan masakan. Begitu juga dengan api kompor dan api dari kayu bakar.

Untuk mengharmonisasikan rasa, aku biasa mempercayakan ke api kecil. Pekerjaannya nampak lambat, tapi hasilnya membuatku tersenyum manis.

Usai mengepel halaman, kulanjutkan mengepel rumah. Ooh jejak kaki kucing membuat lantai rumah ternoda. Ya sudahlah, anggap saja ini bagian olahraga.


Setelah lantai mengering kubiarkan diriku rehat. Ooh masakanku yang memadukan daging dengan sayuran dan buah telah matang. Tomat, nanas, dan sawi, juga bisa serasi dengan daging tetelan. Mungkin perekat rasanya adalah lada dan kecap.

Langit makin redup dan aku menunggu uap mengepul pupus sambil menonton film animasi di YouTube tiga menitan. Ceritanya tentang anjing jalanan bersama remaja pria. Bark, judulnya.

Animasi ini singkat. Pesannya jelas. Tentang kasih sayang antara anjing dan manusia. Bagaimana perasaan anjing ketika ditindas manusia? Bagaimana perasaan si remaja ketika si anjing liar itu tak lagi tampak?

Animasi yang dirilis 14 Agustus lalu ini ringan dan hangat. Seperti masakan sup atau semur yang kubuat. Kalian bisa saksikan di kanal MixofToons secara cuma-cuma. Jangan malu jika kalian terharu ataupun menangis deras teringat anabul yang menghilang tanpa jejak.

Setelah animasi berakhir, aku menghabiskan masakanku sebelum dingin. Perpaduan tomat, nanas, dan sawi juga daging sapi tetelan memberikan rasa yang rumit. Ada manis, asam, segar, dan gurih. Teksturnya juga bervariasi.

Animasi itu membuatku sedih sekaligus hangat. Sementara masakan sup atau yang lebih pas disebut semur membuatku tersenyum senang. Enak.

Jangan khawatir, kucing-kucing juga dapat bagian. Tadi aku merebus daging sapi bareng ayam. Ayam dan kaldunya telah kusisihkan sebelum masakan kubumbui sehingga aman. Lihat kaldunya jadi rebutan. Keyong pun kemudian tertidur pulas.

Gambar dokpri dan MixofToons

~ oleh dewipuspasari pada September 6, 2026.

Tinggalkan komentar