Kamis Malam


Malam yang telah larut, tak membuatku kunjung mengantuk. Ketika Sam dan Cindil telah tertidur, otakku malah terbangun. Aku tak tahu apakah itu berkah atau dikutuk. Seperti mesin, otakku bekerja di latar belakang mencari sesuatu. Aku yang tak tahu apa-apa, bisa jadi tiba-tiba tahu sesuatu.

Kata orang bijak sunyi adalah jalan menuju karya seni. Ketika dunia sudah tak lagi bising, imajinasi memegang kendali. Nikmatilah momen sepi ini, sesapilah, siapa tahu lahir karya yang membuatmu tersenyum sendiri.

Saat-saat seperti ini aku memikirkan banyak hal sekaligus. Kapan Indonesia kembali seperti dulu, ketika bangsa luar mengagumi nusantara yang hijau seperti zamrud. Kini bopeng-bopeng semrawut di mana penghuninya menangis dan takut.

Ketika layar bioskop kini tak henti dari film horor, setan berwujud manusia malah menyebar teror. Mereka tak hanya menakuti, tapi membuat beragam penderitaan dan banyak yang merasa syok.

Kadang aku lelah dengan pikiranku sendiri. Ayolah, nikmatlah malam hari yang sepi. Kucing-kucing sudah bermimpi.

Aku melihat foto kolam kecil. Ada pantulan pohon tinggi. Meski hatiku sedih, aku optimis masih banyak orang baik di negeri ini. Mari kita panjatkan doa dan kerahkan energi agar alam kembali pulih. Tapi jangan lupa yang jahat juga harus dipidanai.

~ oleh dewipuspasari pada September 3, 2026.

Tinggalkan komentar