Keajaiban Toko Buku Namiya dan The Beatles

•Mei 17, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar

Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Kemarin lusa aku menuntaskan membaca Keajaiban Toko Buku Namiya. Ceritanya mengharukan dan memikat dengan unsur fantasinya. Ulasannya mungkin masih kapan-kapan, karena aku sedang ingin bercerita tentang salah satu tokoh dalam buku tersebut yang menggemari The Beatles. Lanjutkan membaca ‘Keajaiban Toko Buku Namiya dan The Beatles’

Di Atas Sana

•Mei 16, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar

Batu Karas

Suatu ketika aku menuju Batu Karas
Dari pusat kota ternyata tidak lama
Aku naik kereta secara cuma-cuma
Lalu berjalan kaki sampai tujuan Lanjutkan membaca ‘Di Atas Sana’

Mereka yang Mendatangkan Rejeki dan Berkharisma

•Mei 15, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lucky woman
Perempuan itu seperti perempuan pada umumnya. Penampilan dan wajahnya biasa saja. Tak ada sesuatu yang istimewa pada dirinya. Namun jika kalian jeli mengamatinya, ada sesuatu yang unik setiap kali ia jajan atau belanja ke suatu tempat. Tak lama datang pembeli berikutnya hingga toko atau warung tersebut laris-manis. Aku beberapa kali menjumpai orang-orang yang mendatangkan rejeki tersebut. Mereka salah satu dari kategori orang istimewa versiku. Lanjutkan membaca ‘Mereka yang Mendatangkan Rejeki dan Berkharisma’

Lagi-lagi Jokpin, Kali Ini Buku Kumpulan Puisi Tahilalat

•Mei 14, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar

TahilalatJoko Pinurbo alias Jokpin tergolong penyair yang produktif. Ada lebih dari 20 buku kumpulan puisi yang telah dihasilkannya. Tiap buku punya benang merah yakni topik-topik yang mirip-mirip, seperti ibu, keranda, hubungan pria dan perempuan, kritik sosial, dan tentunya yang tak ketinggalan adalah puisi tengang celana. Buku kumpulan puisi raja celana yang baru kubaca kali ini berjudul Tahilalat. Lanjutkan membaca ‘Lagi-lagi Jokpin, Kali Ini Buku Kumpulan Puisi Tahilalat’

Jangan Sisakan Nasi dalam Piring, Satu Lagi Sketsa-sketsa Kembangmanggis

•Mei 13, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jangan sisakan nasi dalam piringHari Sabtu lalu aku spontan menuju Pia Apple Pie di Bogor. Di sana aku menikmati aneka makanan dan minuman serba apel sambil membaca-baca kembali buku berjudul Jangan Sisakan Nasi dalam Piring. Sambil menyantap makanan dan membaca, aku berharap menemukan keberuntungan dengan bertemu si penulis yang merupakan pemilik tempat makan ini. Ya si penulis yang bernama Kembangmanggis adalah nama pena dari Baby Ahnan, penggiat kuliner Bogor, yang juga pemilik Death by Chocolate dan Makaroni Panggang. Lanjutkan membaca ‘Jangan Sisakan Nasi dalam Piring, Satu Lagi Sketsa-sketsa Kembangmanggis’