Selat Solo Bagi Si Penyuka Manis

Selat Solo
Rolade daging disiram kuah manis mirip empek-empek, ditemani buncis, wortel, tomat, selada dan kentang menjadi kudapan yang cukup mengenyangkan untuk disantap sore hari. Menu alternatif bagi kalangan wisatawan ketika bertandang ke Surakarta.Bagi yang baru menikmati sajian ini, perlu waktu bagi si lidah untuk menyesuaikan diri. Terutama, bagi yang tidak menyukai rasa manis. Kuah selat mirip kuah empek-empek dengan cita rasa jauh lebih manis.

Tengkleng
Namun, bila lidah tidak bisa kompromi dengan menu ini, masih ada beberapa pilihan kuliner Surakarta yang sulit dilewatkan. Ada timlo, semacam sup dengan ati ayam; tengkleng, gule tulang kambing dengan kuah encer; nasi liwet, nasi gurih dengan opor ayam dan tambahan areh; dan serabi notosuman yang lezat disantap saat hangat.

Nasi Liwet

Hmm… selat solo memang menggugah selera, apalagi dinikmati ketika sore sedang gerimis; tengkleng juga betapa menantang untuk dinikmati ketika sore merangkak malam, hmm…; sedangkan ketika pagi hari betapa nikmat sarapan nasi liwet.
Setuju..tapi saya lebih suka tengklengnya:)
Tengkleng memang enak hehehe