Saat Lebaran Berduka

banner giveaway

Saat lebaran sebagian umat muslim bersuka cita. Namun, di antara mereka ada pula yang tertimpa musibah kehilangan orang-orang yang disayanginya.

Pada beberapa tahun silam, keluarga kami pernah merasakan duka selama jelang hari raya Idul Fitri. Pada H-2 jelang lebaran, bibi yang dirawat di rumah sakit meninggal.

Oleh karenanya selama malam takbiran, saat lebaran malam dan beberapa hari setelahnya keluarga besar kami menyelenggarakan tahlilan. Kami hanya merayakan lebaran sekedarnya, setelahnya sibuk menyiapkan hidangan untuk tahlilan.

Rupanya selang beberapa tahun kemudian, musibah seperti ini juga dialami oleh para tetangga. Selama bulan Ramadhan jelang lebaran, ada tiga tetangga yang meninggal.

Saat baru sampai dari naik kereta Ibu berkisah jika tetangga kami bernama Bu Sarmin baru saja meninggal. Saya turut sedih mendengarnya.

Bu Sarmin memang telah sepuh, mungkin usianya sebaya dengan nenek saya yang telah almarhum. Ia dulu memiliki warung dan kami salah satu pelanggannya.

Oleh karena masuk sesepuh di lingkungan RT kami, biasanya kami sowan ke rumah Beliau dan kemudian oleh suaminya mendapatkan doa. Yang istimewa, setiap orang mendapat satu doa yang berbeda dari orang lainnya. Alhasil antrian untuk berjabat tangan pun mengular hingga ke pagar rumah.

Kini pasangan suami istri tersebut telah meninggal. Suaminya telah meninggal beberapa tahun sebelumnya dan istrinya kini menyusul. Ada rasa sedih dan terharu mengingatnya.

Namun baru saja usai tahlilan mengiringi tujuh hari kepergiannya, kami dikejutkan oleh berita duka dari tetangga yang persis berada di seberang rumah.

Ayah yang hendak sholat tarawih, tiba-tiba memanggil Ibu dengan mendesak. Kami pun berdatangan dan terkejut ketika mengetahui tetangga kami yang seorang janda meninggal. Ibu sedih dan terkejut karena pagi tadi ia masih bertemu bsaat erbelanja di tukang sayur keliling.

Sama seperti Bu Sarmin, suaminya telah meninggal sebelumnya, sementara seluruh anaknya telah berkeluarga. Meski ia tinggal bersama salah satu keluarga anaknya, ia tak mau merepotkan anaknya. Ia tetap bekerja mencari nafkah dengan keahliannya menjahit. Saat meninggal ia baru saja beristirahat setelah menjahit pesanan baju anak-anak.

Setelah ayah memanggil kami, ia terus ke masjid untuk tarawih dan memberitahukan pengurus masjid agar berita duka tersebut disiarkan. Sedangkan kakak laki-laki bergegas membantu menyiapkan kursi dan tikar bagi pelayat serta berbagai peralatan lainnya untuk memandikan jenasah. Ia sangat sibuk kesana kemari, termasuk segera menghubungi ketua RT. Ia juga turut ikut mendirikan tenda untuk para pelayat nantinya.

Setelah tarawih ada banyak pelayat yang berdatangan. Kebanyakan adalah para tetangga dan saudara dari keluarga yang meninggal. Teras kami pun digunakan untuk menampung pelayat yang terus mengalir. Hingga larut malam masih banyak yang hadir.

Keesokan paginya jenasah pun dimakamkan dan satu-persatu pelayat telah pulang. Rumah tetangga dan teras kami pun telah kembali sepi.

Hari itu H-1 lebaran. Oleh karena masih puasa, maka tahlilan dilaknakan usai sholat ashar seperti saat kami mengadakan tahlilan untuk bibi. Tapi kami heran ketika sebelum ashar sudah ada yang membaca Yaasin. Ooh rupanya dimajukan karena ada lagi tetangga dari RT sebelah yang hari tersebut juga meninggal, sehingga tahlilan hari tersebut juga digelar dua kali.

Tahlilan (sumber gambar: khususdoa.blogspot.com)

Tahlilan (sumber gambar: khususdoa.blogspot.com)

Saat lebaran, tidak nampak suasana seperti lebaran pada umumnya di rumah tetangga tersebut. Semuanya masih berduka. Tak hanya mereka yang berduka, tetangga terdekatnya juga ikut kehilangan karena kami tumbuh bersama.

Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayLebaran yang disponsori oleh Saqina.com, Mukena Katun Jepang Nanida, Benoa Kreati, Sanderm, Dhofaro, dan Minikinizz

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 7, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: