Mau Makan Eits Foto Dulu

Makanan utama di Tartine

Tentu teman-teman pernah mengalami, ketika makan bareng dengan teman satu gank, saat makanan siap di meja, aksi makan kita dihentikan. Foto dulu rame-rame. Eits itu dulu, ya masih ada sih, kini obyek utamanya bukan para personelnya melainkan makanan dan minuman yang kita pesan.

Sejak satu dekade ini aksi makan-makan menjadi salah satu momen yang banyak difoto selain momen jalan-jalan ke sebuah tempat wisata. Tren ini dipicu oleh mulai maraknya kamera digital masa itu.

Saya ingat waktu itu memiliki kamera digital setelah mengumpulkan tabungan dari gaji selama tiga bulan. Bukan jenis yang wah sih. Melainkan kamera Canon powershoot A400 yang dulu dibandrol harga Rp 1,5 juta.

Dengan kamera tersebut, saya menjadi pelaku yang gemar memotret momen kebersamaan bersama teman-teman, seringnya saat makan. Ya, waktu itu beberapa di antara kami sudah bekerja sehingga kumpul-kumpul pun agak susah.

Karena belum jaman media sosial, eh ada ding si friendster, maka foto itu disebarluaskan melalui email dan friendster. Tapi saat itu seingatku belum ada fasilitas tag teman-teman dari foto tersebut.

Tak puas dengan memotret momen, saya suka menyimpan gambar makanan. Terutama yang penyajiannya menarik. Saat tahun 2006-2007 saya rajin membawa kamera digital dimanapun dan memotret makanan-makanan tersebut. Eh setahun kemudian fotografi kuliner mulai marak seiring dengan adanya situs kuliner seperti openrice dan yukmakan.

Dulu saya memotret makanan yang saya pesan dan yang ada di depan saya. Jarang memotret pesanan milik kawan atau jika ya maka saya upayakan memakan waktu sesingkat mungkin agar mereka tak terganggu. Dan rupanya pasangan tak pernah protes, bahkan ia malah yang bertanya apa sudah dipotret makanannya? Hahaha tahu saja hal itu sudah jadi kebiasaan.

Sejak era media sosial, saya lihat foto-foto di restoran berseliweran. Baru makan siang eh tidak sampai satu jam sudah diunggah di facebook atau instagram. Memang sih foto-foto itu menyenangkan tapi ada kalanya jadi bikin mood memburuk jika memotretnya lama dan lebay. Jadi ingat pernah diundang di acara ulang tahun yang kemudian jadi lebay dan saya malah malu dengan pengunjung restoran lainnya.

Sejak ada medsos disusul aplikasi mobile seperti opensnap maka tren food photography menjadi-jadi. Makan di warung potret ah, makan di hotel foto-foto dulu deh. Lumayan nambah poin jika dikirim dan kadangkala dapat hadiah.

Jika foto makanan sendiri sih ok-ok saja dan tidak masalah. Tapi yang perlu jadi catatan jika menganggu kenyamanan pihak lain karena kita memotret makanan mereka sementara mereka sudah kelaparan. Potret 1-2 jepret tak mengapa, asal jangan tiap orang dalam rombongan memotret, kecuali memang even fotografi kuliner.

Ngomong-ngomong sudahkah Kalian memotret makan siang hari ini?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 9, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: