Inspirasi dari Anak-anak Berprestasi Sampoerna Academy

Buka bersama sampoerna academy

Berada di lingkungan yang positif dan menginspirasi akan membuat seseorang ikut termotivasi untuk berusaha sebaik mungkin untuk kehidupan ke depannya, baik untuk diri sendiri maupun lingkungannya. Inilah yang berupaya dilakukan Putera Sampoerna Foundation dengan menyediakan lingkungan belajar-mengajar yang efektif dalam mendidik generasi muda.

Jumat petang (10/6) Putera Sampoerna Foundation mengundang para jurnalis dan blogger untuk mengikuti buka bersama di Tesate Restaurant Lt 2, Menteng. Pukul 16.30 ruangan sudah dipadati oleh para undangan, termasuk oleh saya dan rekan-rekan seperti Taufik, Ade Andri, Mbak Muthia, Mba Nurul, Prita, Mba Wardah Fajri dan Mas Satto Raji.
Nenny Soemawinata, managing director Putera Sampoerna Foundation yang membuka acara menyebutkan bahwa even ini bukan sekedar acara berbuka puasa, melainkan juga mengundang para alumni  Sampoerna Academy yang baru pulang usai mengenyam studi di berbagai universitas di Amerika.

Menurut Bu Nenny, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah hadir pada 2016 dan ke depannya akan membuat persaingan semakin ketat, termasuk persaingan di tempat kerja. Di satu sisi pendidikan di Indonesia termasuk tertinggal. Oleh karenanya, Putera Sampoerna Foundation berfokus pada pendidikan, di antaranya dengan mendirikan Sampoerna School System, yakni sekolah dengan taraf internasional dari TK hingga universitas.

Bu nenny managing director sampoerna foundation

Dengan penggunaan bahasa Inggris yang intensif di lingkungan belajar dan sehari-hari serta pendidikan bertaraf internasional, maka generasi muda akan percaya diri dalam bersaing dengan lulusan dari luar negeri.

Di akhir sambutannya, bu Nenny berharap sistem Sampoerna ini berkelanjutan. Pasalnya, Indonesia masih perlu banyak generasi muda yang berprestasi dan mampu menjadi pemimpin masa depan.

Selanjutnya, belasan alumni Sampoerna School yang sedang/telah lulus berkuliah di Amerika Serikat diperkenalkan satu-persatu.

Sekembali mereka di tanah air, para mahasiswa/alumni ini akan mengikuti
kegiatan magang di perusahaan multinasional, namun ada juga yang telah mendapatkan pekerjaan. Mereka berbincang-bincang tentang pengalaman seru dan menginspirasi tentang perkuliahan dan prestasi mereka. Lokasi kampus mereka beragam, ada yang berkuliah di University of Utah, Texas Tech University, West Virginia University, University of Missouri, University of Kentucky dan University of Kansas.

Adalah Fitriyanty yang memilih mengambil bidang ekonomi karena ia merasa ekonomi di Asia, terutama di ASEAN berperan penting dalam perekonomian dunia. Ia merasa terbantu selama SMA mendapatkan materi pendidikan plus-plus, yakni full english dan juga menggunakan kurikulum internasional Cambridge, selain wajib mengikuti kurikulum nasional. Hal ini membuatnya mampu cepat beradaptasi selama menimba ilmu di Amerika. Ia mengambil International Business and Women & Gender Studies di West Virginia University.

Fitriyanty

Sharien Fitriasari, gadis kelajiran Toba Samosir ini mengambil Biokimia di University of Missouri. Setiap tahun selama liburan musim panas ia kembali ke Indonesia dan mengikuti magang di berbagai perusahaan. Saat ini ia memasuki tahun ketiga perkuliahan dan ia bersemangat menjalani magangnya di PT Merc Chemicals and Life Science. Baginya dengan mengikuti magang maka ia dapat menerapkan ilmu yang diterimanya di perkuliahan dan mengenal dunia kerja.

Sambil berbuka puasa, saya asyik mengobrol santai bersama Rizky Nur Zairina yang akrab dipanggil Kiwi dan Ratna Setyaning Widayanti. Keduanya berasal dari Jawa Timur dan bersekolah di SMAN 10 Sampoerna Academy, Malang. Oleh karenanya obrolan pun bercampur bahasa Jawa untuk menambah keakraban.

Kiwi yang cerdas

Kiwi, gadis cantik kelahiran 1993 ini berasal dari Mojokerto. Ia mengawali hidup mandiri terpisah keluarga sejak bersekolah di bangku SMA. Hal ini cukup berat baginya dan keluarganya karena ia anak bungsu. Akan tetapi ia mampu melaluinya sehingga ia tak begitu sulit beradaptasi ketika berkuliah di jurusan Teknik Industri, West Virginia University.

Kiwi itu tidak hanya cantik tapi juga pintar dan suka berbagi. Ia masuk 50 mahasiswa terbaik di kampusnya, sekaligus menjadi pendiri International Student Engineering Association, lembaga yang membantu memberikan bantuan dalam tutorial perkuliahan dan dukungan moral.

Berbeda dengan Kiwi yang ekstrovert, Ratna mengaku gadis yang pemalu. Gadis kelahiran Tulungagung ini merasa mampu untuk berkompromi dengan sifat pemalunya itu dengan mengikuti Sampoerna Academy dan berlanjut dengan mengambil di University of Kentucky sambil bekerja part time di sebuah kedai kopi.

Ratna anak yang cerdas, ia mendapatkan beasiswa penuh dari University of Kentucky di jurusan matematika dan mendapat bantuan pendidikan dari Putera Sampoerna Foundation. Hal yang paling berkesan dengan kehidupannya sejak ia mandiri yakni mengundang kedua orang dan adiknya menghadiri wisudanya di Kentucky dengan tabungan dari gajinya selama bekerja sebagai part timer. Meski aktif bekerja dan berkuliah, Ratna selalu meraih nilai A di perkuliahan. Wah prestasi yang membanggakan.

Ratna yang pemalu

Dari acara ini memang banyak anak berprestasi yang menginspirasi. Hal ini membuat saya turut bangga dan ikut terpengaruh oleh gelombang positif dan semangat yang mereka pancarkan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 11, 2016.

2 Tanggapan to “Inspirasi dari Anak-anak Berprestasi Sampoerna Academy”

  1. asikkkk, dapet energi positif ya mbak Puspa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: