Lilin

Lilin

Awal mula kebakaran itu karena lilin, cerita ibuku. Oh mati lampu, Ma? Aku penasaran. Bukan, ternyata memang setiap harinya ia tidak pakai lampu. Hanya lilin.


Eh mengapa begitu?

Aku sudah berpikir bahwa keluarga tersebut eksentrik. Apa mereka romantis? Atau melakukan ritual?

Namun, ketika ibuku melanjutkan ceritanya aku jadi ingin menangis.

Rupanya pemilik tersebut seorang janda lanjut usia. Entah bagaimana ia sudah tak memiliki anggaran untuk listrik sehingga sudah sekian lama rumahnya tak dialiri listrik.

Tetangganya tahu Ma kondisi nenek tersebut? Aku jadi penasaran. Kata ibuku, beberapa tetangganya rupanya tahu. Bahkan bukan hanya listrik, langganan air juga dihentikan.

Namun sang nenek tak ingin dikasihani. Ia beralasan toh sebentar lagi rumahnya akan laku terjual. Ia akan punya rumah dengan harga yang lebih rendah. Sisanya bisa untuk membeli kebutuhan lainnya.

Sayangnya lilin kemudian berujung musibah. Rumah yang menunggu terjual pun terbakar.

Setelah telpon berakhir, air mataku mengalir. Memang si nenek akhirnya dijemput salah satu keluarganya untuk tinggal bersama mereka. Tapi aku jadi membayangkan situasi si nenek. Berapa lama ia bertahan hidup seperti itu?

Ia benar-benar menjaga harga dirinya dan tak mau dikasihani. Ia pasti berjuang keras selama ini. Kulkas, teve, kipas angin ataupun AC semuanya perlu listrik. Ia hidup dengan prihatin. Apakah selama ini ia masih bisa makan dengan cukup?

Ibuku terkejut ketika mendengar cerita tersebut. Sang nenek memang lokasi rumahnya beda RT dan beda RW dengan kami, tapi ibuku mengenalnya karena masih satu kelurahan.

Ibu berpesan kepadaku agar peka terhadap kondisi seseorang. Bisa jadi seseorang segan dan malu untuk meminta bantuan.

Coba diam-diam kalian cek kondisi tetangga, saudara, rekan kerja, dan lainnya. Siapa tahu ada yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan bingung untuk meminta bantuan.

Oh mati lampu kali ini saja aku sudah mendongkol karena hawa jadi sangat gerah dan panas, sementara nyamuk berpesta pora. Bagaimana dengan sang nenek yang mengalami kondisi tersebut dengan kesadaran selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun?

Oh nenek, meski kita tak saling mengenal, aku jadi ingin memelukmu.

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 17, 2026.

Tinggalkan Balasan