Cerita Tara Saat Autumn in Paris

metropop-autumn-in-paris

Tara Dupont, wanita muda yang penuh semangat dan cerewet ini sangat kesal ketika sahabatnya, Sebastien, tidak menjemputnya di bandara dan menghilang selama seminggu. Ia akan mengomeli kawan dekatnya itu habis-habisan, namun kawan dekatnya itu rupanya cerdik. Ia mengundang rekan kerjanya dari Jepang, Tatsuya Fujisawa, untuk menemaninya sehingga Tara tidak terus-terusan mengomelinya. Anehnya, Tara yang awalnya kesal dengan keputusan Sebastien Giraudeau membawa seorang teman malah kemudian memberi skor tinggi kepada orang yang baru dikenalnya tersebut.

Tara bekerja sebagai penyiar di radio. Ia seorang gadis keturunan Indonesia-Prancis. Kedua orang tuanya bercerai belasan tahun silam dan sejak usia 16 tahun ia memutuskan tinggal di Paris bersama ayahnya. Di studio ia mendengar kawannya membacakan sebuah surat dari pembaca. Isi suratnya menarik bagaimana pria tersebut bertemu dengan seorang gadis yang menarik di bandara dan kemudian bertemu lagi di sebuah bar. Diam-diam Tara berharap pria tersebut mengirim lagi surat untuk mengetahui kelanjutan ceritanya.

Tara selalu dongkol ketika Sebastien bercerita dengan perempuan-perempuan yang ditaksirnya. Kali ini ia sangat kesal Sebastien menceritakan pertemuannya dengan Juliette. Namun kekesalannya itu pudar ketika ia berjumpa dengan Tatsuya Fujisawa. Pria Jepang itu rupanya menarik dan Tara merasa senang bersamanya.

Lambat laun Tara tidak lagi merasa kesal jika Sebastien mengabaikannya. Ia jadi suka bercakap-cakap dengan Tatsuya. Ia jadi tahu alasan Tatsutya membenci musim gugur dan alasan ia tak suka menjelajah Paris. Rupanya Tatsutya membaca sebuah pesan dari ibunya sebelum meninggal. Untuk itu ia harus bertemu dengan pria yang pernah menjadi tambatan hati ibunya. Rahasia tersebut rupanya ada kaitannya dengan Tara sehingga kehidupan Tatsuya dan Tara pun menjadi berubah seketika.

Ini buku terakhir dari tetralogi empat musim karya Ilana Tan yang saya baca. Setelah Winter in Tokyo saya lanjutkan membaca Spring in London, Summer in Seoul dan terakhir Autumn in Paris ini. Sebenarnya urutannya yang benar dari Summer in Seoul dan berakhir di Spring in London. Nah sebelumnya Tara pernah disebut-sebut di Summer in Seoul sebagai sepupu Sandy yang punya kemampuan mampu menguasai bahasa dengan cepat. Sebagai pengait dengan novel berikutnya, Tatsuya juga bercerita ia memiliki tetangga di apartemennya seorang gadis Indonesia-Jepang bernama Keiko.

Berbeda dengan ketiga buku lainnya, buku ini memperlihatkan sisi kontras antara keceriaan dan nuansa yang sendu. Tara dan Sebastien merupakan kutub yang ceria dan seolah memandang segalanya dengan indah, sebaliknya Tatsutya sendu dan seolah tengelam dalam kemurungan setelah membaca pesan dari ibunya. Ketika Tara bertemu dengan Tatsutya, pria Jepang itu terbawa oleh arus positif Tara, namun kemudian ketika Tara mengetahui rahasia yang disimpan Tatsutya sisi sendu tersebut mengalahkan keceriaan dan semangat yang biasanya dipancarkan olehTara.

Ada banyak sesi jalan-jalan di sini sehingga saya seolah diajak berkeliling bersama Tara dan Tatsutya. Saya bisa membayangkan bagaimana suasana Musee Rodin yang membuat Tara merasa bosan setengah mati atau Jardin du Luxembourgh yang asyik dikunjungi saat petang hari. Hemm sepertinya saya cocok dengan Tatsutya suka berkunjung ke museum seperti Musee Rodin.

Cerita Autumn in Paris ini berbeda dengan tiga novel lainnya dari segi nuansa maupun alurnya yang tidak serta-merta memenuhi harapan pembaca. Bagi saya perbedaan alur dan nuansa yang ditawarkan dalam novel ini menjadi pembeda dari karya Ilana Tan sebelum dan berikutnya dan tetap menarik untuk disimak oleh karena hidup tak pernah sama bagi setiap orang dan berwarna-warni.

Detail Buku:
Judul : Autumn in Paris
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Genre : metro pop, romance,
Rating : 7,5/10
Gambar : dari Bukupedia. Buku ini juga bisa didapatkan di Bukupedia dengan tautan berikut.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 21, 2016.

2 Tanggapan to “Cerita Tara Saat Autumn in Paris”

  1. saya lom pernah baca novel karangan ilana Tan. rata” judulnya tentang musim yah? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: