Berharap Indonesian South Sea Pearl Kembali Berkilau

Indonesian South Sea Pearl yang indah (dok. news.liputan6.com)

Indonesian South Sea Pearl yang indah (dok. news.liputan6.com)

Wanita dan aksesoris seolah tidak bisa dipisahkan. Aksesori yang tepat akan melengkapi dan mempercantik penampilan. Aksesori yang umumnya digunakan wanita adalah perhiasan, baik terbuat dari emas, perak, batu mulia, maupun mutiara. Nah, perhiasan dari mutiara beberapa tahun terakhir kembali populer. Apalagi banyak selebritis dunia dan para pesohor yang nampak cantik dan anggun mengenakan perhiasan mutiara.

Sosok perempuan terkenal yang dulu sering mengenakan mutiara adalah Lady Diana. Kini perhiasan mutiara kembali menarik perhatian ketika dikenakan menantu dari Lady Diana yaitu si cantik Kate Middleton. Tak hanya istri pangeran William yang nampak makin elok mengenakan perhiasan mutiara, istri orang nomor satu di Amerika Serikat, Michele Obama juga makin menawan dengan perhiasan mutiaranya. Selebriti dunia juga tak kalah mengundang perhatian dengan penampilannya bersama mutiara. Mereka di antaranya Sarah Jessica Parker, Angelina Jolie, dan Cara Delevingne.

Si cantik Kate dengan perhiasan mutiara laut selatan (dok. pinterest)

Si cantik Kate dengan perhiasan mutiara laut selatan (dok. pinterest)

Tak banyak dari masyarakat dunia yang tahu bahwa salah satu negara penghasil mutiara terindah adalah Indonesia. Mutiara tersebut dikenal di dunia dengan nama mutiara laut selatan. Banyak yang sebelumnya mengira mutiara ini berasal dari Tahiti dan Hawai. Padahal mutiara yang dihasilkan negara Pasific tersebut berbeda dengan mutiara laut selatan asal Indonesia.

Mutiara laut selatan dari Indonesia sejak dulu terkenal akan keindahannya. Oleh karena populernya mutiara laut selatan pada beberapa dekade silam maka istilah tersebut disematkan pada nama kereta api rute Bandung menuju Surabaya dan sebaliknya yaitu KA Mutiara Selatan.

Kepopuleran mutiara laut selatan memang sempat redup pada saat krisis moneter. Akan tetapi beberapa tahun terakhir ini sejak banyak selebriti dan pesohor dunia mengenakannya maka kepopuleran perhiasan mutiara kembali terangkat.

Michela Obama dengan kalung mutiara laut selatan (dok. heritagegemsfinejewellery)

Michela Obama dengan kalung mutiara laut selatan (dok. heritagegemsfinejewellery)

Perhiasan mutiara beragam dari gelang, cincin, liontin, anting-anting, giwang dan choker atau kalung pendek. Mutiara laut selatan dari Indonesia (Indonesian south sea pearl/ISSP) terkenal memiliki kualitas tinggi dan keunikan tersendiri. Bahkan pada tahun 1995 mutiara asal Indonesia dinobatkan sebagai mutiara terindah dan terbesar di Kobe, Jepang.

Daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil mutiara berkualitas adalah Lombok. Ketika berjalan-jalan ke Lombok, wisatawan pasti ditawari untuk membawa buah tangan perhiasan mutiara. Harganya beragam dari yang murah hingga yang jutaan. Mutiara yang harganya terjangkau umumnya merupakan jenis mutiara air tawar, sedangkan mutiara laut selatan karena produksinya terbatas maka harganya mahal hingga belasan juta. Harga pergramnya untuk kualitas ekspor bisa mencapai satu juta.

Mutiara laut selatan asal Lombok kaya ragam warna, bahkan mencapai 27 jenis warna dengan warna yang disukai adalah putih dan emas. Selain Lombok, daerah penghasil mutiara laut selatan lainnya adalah Ambon, Papua, Minahasa, Sulawesi Tenggara, Sumbawa, Dompu, dan Bima. Mutiara-mutiara yang dihasilkan dari daerah ini juga banyak diburu karena kualitasnya yang prima.

Meskipun mutiara ini sudah dikenal berabad silam, akan tetapi budidayanya baru gencar sejak tahun 1970-an. Mutiara ini sebenarnya berasal dari benda asing yang disebut nucleus yang masuk ke tubuh kerang. Nucleus yang berada di antara mantel dan cangkang ini lama-kelamaan berubah menjadi mutiara. Prosesnya bisa memakan waktu dua tahun. Untuk bentuk dan warnanya sendiri menyimpan banyak kejutan, jarang yang sama persis. Ada yang bentuknya bundar, seperti tetesan air, seperti kancing, dan sebagainya.

Budidaya mutiara merupakan salah satu dari komoditas unggulan sektor kelautan. Prospeknya sangat cerah dan bisa menjadi lumbung devisa. Negara tujuan ekspor ISSP juga sangat banyak, dari Korea, Jepang, Hongkong, Prancis, dan sebagainya.

Indonesian south sea pearl
hingga tahun 2005 menguasai pangsa ekspor mutiara hingga mencatat 41,2 persen. Akan tetapi ekspor ini menurun dan saat ini kalah oleh kompetitor dari negara Australia dan Philipina dari segi kuantitas dan kualitas. Pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mengetahui hambatan dari usaha budidaya mutiara dan memberikan solusinya.

Ada berbagai hambatan usaha budidaya mutiara belum optimal. Di antaranya pengetahuan masyarakat Indonesia sendiri akan berkilaunya berinvestasi dengan perhiasan mutiara. Saat ini di kalangan perempuan, perhiasan emas dan berlian masih lebih populer dibandingkan mutiara. Padahal perhiasan dari mutiara sendiri tak kalah indahnya, bahkan semakin menawan jika mutiara tersebut disandingkan dengan emas ataupun platina.

Faktor berikutnya adalah perhatian pemerintah daerah terhadap usaha budidaya mutiara. Saat ini perusahaan budidaya mutiara dengan skala lumayan dimiliki oleh negara asing seperti Jepang. Tak heran jika kemudian orang luar menganggap mutiara tersebut berasal dari Jepang padahal aslinya adalah bersumber dari lautan Indonesia. Usaha budidaya mutiara selebihnya dikelola oleh usaha kecil dan menengah dengan sumber daya yang terbatas. Seandainya pemerintah baik daerah dan pusat serius untuk mengoptimalkan pendapatan dari budidaya mutiara maka sebaiknya juga memberikan perhatian dalam bentuk permodalan, peralatan dan pengetahuan juga yang tak kalah penting adalah masalah zonasi atau tata ruang laut untuk budidaya. Saat ini dengan semakin padatnya pemukiman dan semakin cerahnya usaha pariwisata maka lautan seolah menjadi sempit bagi biota laut. Padahal yang diperlukan oleh para biota laut seperti kerang penghasil mutiara adalah perairan yang bersih, sehat, dan kaya plankton. Hal ini juga berlaku untuk budidaya laut lainnya seperti lobster dan rumput laut. Dengan adanya tata ruang laut untuk budidaya maka peternak kerang tidak merasa was-was ruang gerak kerang budidayanya tergusur.

Di Lombok juga terdapat perhiasan mutiara yang terjangkau, tapi berasal dari mutiara air tawar dan kualitasnya jauh di bawah ISSP (dokpri)

Di Lombok juga terdapat perhiasan mutiara yang terjangkau, tapi berasal dari mutiara air tawar dan kualitasnya jauh di bawah ISSP (dokpri)

Untuk promosi di kalangan internal masyarakat Indonesia dan wisatawan asing ataupun ekspatriat, Kementerian Kelautan telah mengadakan pemeran festival mutiara (Indonesian Pearl Festival). Tujuannya untuk mengenalkan kekayaan dan keindahan Indonesian south sea pearl agar tumbuh kesadaran untuk mencintai dan memelihara kelangsungan budidaya mutiara dalam negeri. Tahun ini merupakan penyelenggaraan tahun keenam dan diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap perhiasan mutiara semakin tumbuh. Penyelenggaraan 6th Indonesian Pearl Festival 2016 juga diharapkan agar masyarakat dunia mengetahui bahwa south sea pearl yang terkenal tersebut berasal dari Indonesia. Oh yThe Magnificent Indonesian South Sea Pearl juga akan terselenggara di Lippo Mall Kemang Jakarta, 9-13 November 2016.

Indonesian Pearl Festival juga akan hadir di Lippo Mall Kemang (dok.fb Indonesian South Seal Pearl)

Indonesian Pearl Festival juga akan hadir di Lippo Kemang (dok.fb Indonesian South Seal Pearl)

Masyarakat dapat berkontribusi agar laut Indonesia tetap mampu memproduksi mutiara yang indah tentunya dengan tidak ikut mencemari lautan saat berwisata agar laut tetap sehat.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 21, 2016.

4 Tanggapan to “Berharap Indonesian South Sea Pearl Kembali Berkilau”

  1. mutiara laut selatan emang tidak diragukan lagi ya mbak, bagusnya. hehe, tapi mahaall. 😦
    sekarang gencar- gencarnya my trip my adventure, keindahan dan kebersihan laut jadi kurang terjaga. semoga, saja segera ada tindak lanjut agar tetap mampu menghasilkan mutiara.

  2. Semoga Indonesia jadi lebbih baik aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: