Ketika Si Nero Sakit

Nero

Ketika Nero sakit, rasanya begitu sedih. Sungguh kasihan melihatnya tersiksa. Juga berat waktu melihatnya bermata sedih dan mengeong-ngeong ketika kutinggalkan menginap di klinik dokter hewan.

Sebenarnya Nero juga pernah sakit Saat itu ekornya berdarah, digigit oleh kucing hitam besar yang jahat. Waktu itu kuobati dengan air hangat, obat merah dan juga kuperban dengan kain kasa. Tubuhnya juga seketika melemah. Untunglah semangat hidupnya tetap kuat sehingga ia dapat melewati hari-hari beratnya dan kembali lincah seperti dulu.

Sejak hari Selasa Nero mulai berbeda, susah makan. Hari Rabu ia lebih banyak tidur dan enggan kusodorkan makanan. Hari Kamis dan Jumat aku mulai cemas. Kuberi vitamin kemudian kuning telur yang ia santap dengan begitu susah payah. Akhirnya aku menyerah dan kupercayakan ke dokter hewan.

Membawa kucing Nero cukup sulit karena kami tidak punya kandang kucing. Aku membawanya dengan kelimpungan karena Nero berontak di mobil. Aku kuatir ia melompat dari jendela sehingga jendela pun kemudian ditutup. Perjalanan dari rumah ke klinik sejauh empat kilometer terasa begitu jauh. Aku jadi resah. Ia terus gelisah sepanjang perjalanan.

Meskipun Nero sekarang dirawat aku masih merasa was-was. Apakah ia baik-baik saja? Aku ingin menjenguknya dan memastikan ia baik-baik saja.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 27, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: