Tentang Oscar 2017

La La Land

Indonesia sebagai negara yang memiliki tingkat konsumen yang besar terhadap film pun larut merasakan euforia penganugerahan penghargaan Oscar 2017. Sejak beberapa hari silam beberapa grup perfilman yang saya ikuti, ramai memprediksi siapa dan film apa yang bakal memborong Oscar. Alhasil sejak pagi tadi saya mengintip perkembangan peraih Oscar di grup, baru kemudian membaca beritanya di berbagai media online. Dan ternyata ada keriuhan di ajang Oscar tahun ini.

Saya kali ini tidak membuat artikel prediksi Oscar di blog pribadi. Oleh karena belum semua film yang mendapat nominasi di ajang Oscar telah saya tonton. Di Indonesia juga belum semua film peraih nominasi yang telah tayang di bioskop. Film yang meraih nominasi dan telah saya tonton baru Lion, Arrival, La La Land, Manchester by The Sea, Nocturnal Animals, Doctor Strange, Passengers, Silence, Fantastic Beasts and Where to Find Them, The Jungle Book, Deepwater Horizon, Rogue One, Piper, plus empat animasi Zootopia, The Red Turtle, Kubo and The Two Strings, dan Moana. Film-film yang meraih nominasi bergensi seperti Moonlight, Jackie, Comancheria, dan Fences belum saya tonton. Mungkin dalam waktu ke depan film-film tersebut baru bisa tayang di bioskop.

Di antara film-film yang meraih nominasi Oscar, ada lima film yang banyak dijagokan yaitu La La Land, Lion, Manchester by The Sea, Moonlight, dan Zootopia. Namun yang paling banyak merebut simpati dan terbanyak dibicarakan adalah La La Land. Tak heran sih film ini memboyong 14 nominasi Oscar bersaing dengan nominasi yang pernah diraih Titanic. Bahkan lima nominasi kategori utama pun diraih seperti sutradara terbaik, naskah original, aktor, aktris dan film terbaik.

Film musikal yang meraup Oscar bukan hanya La La Land. Ada Whiplash tentang musisi jazz yang juga dibintangi Damien dimana meraih piala untuk aktor pendukung terbaik, The Sound of Music yang memiliki lagu-lagu indah, Oliver, Chigago dan Moulin Rouge!

Hadiahnya Dibagi Rata?
Ada hal yang menarik di ajang penghargaan Oscar tahun ini. Para pemenangnya seolah dibagi rata. Hampir semua yang dijagokan meraih penghargaan sehingga harapan La La Land memborong seluruh penghargaan pun kandas. La La Land hanya meraih enam penghargaan. Syukurlah dua di antara lima penghargaan utama tetap diraih film drama musikal ini, yaitu Best Actress yang diraih si cantik Emma Stone dan Best Director oleh Damien Chazelle. Empat lainnya adalah best cinematography, original song, score, dan production design.

City of Stars memang enak didengar, sederhana dan melodi pianonya mudah terekam di benak. Musik skoring gubahan Justin Hurwitz juga megah, di beberapa adegan terasa sendu juga indah.

Untuk kategori film terbaik banyak yang menjagokan La La Land hingga sempat salah sebut di panggung. Padahal yang menang adalah Moonlight. Rasanya seperti mimpi buruk di panggung. Kasihan sutradara dan kru La La Land dan juga pembaca penghargaan, Warren Beatty dan Faye Dunaway yang pasti jadi bulan-bulanan.

Moonlight meraih tiga Oscar dan delapan nominasi. Film tentang hubungan dua pria ini mendapatkan Oscar untuk film terbaik, aktor pendukung terbaik dan naskah adaptasi terbaik. Kalau saya sih kurang suka dengan tema LGBT. Ada yang bilang pemilihan Moonlight agar Oscar tidak didominasi kulit putih.

moonlight

Nah untuk aktor terbaik diraih Casey Afflect dalam Manchester By The Sea. Dalam film yang juga meraih Best Original Screenplay ini Casey berperan sebagai duda yang berupaya mengatasi depresinya setelah anak-anaknya meninggal karena kecerobohannya saat menyalakan perapian. Ia terkejut ketika membaca wasiat kakaknya yang memintanya menjadi wali putranya.

Untuk kategori aktris pendukung terbaik sebenarnya aku menjagokan Nicole Kidman dalam Lion, tapi piala jatuh ke Viola Davis (Fences). Fences bercerita tentang seorang pria bernama Troy yang ingin sekali menjadi pemain baseball tapi terbentur oleh usia ketika perbedaan warna kulit sudah diterima.

Untuk film animasi aku agak kecewa karena jagoanku Kubo and The Two Strings tidak menang, melainkan Zootopia. Film Zootopia bagus tapi ceritanya kurang istimewa, dari segi cerita kalah dahsyat oleh Dinotopia. Sedangkan Kubo lebih imajinatif dan unik. Ghibli lagi-lagi dapat nominasi lewat The Red Turtle tapi tidak dapat Oscar. Moga-moga suatu saat kartun Jepang dapat apresiasi dari panggung Oscar.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 27, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: