Onde-Onde dan Molen Duaratus Perak

Di Malang masih ada jajanan murah meriah. Di Pasar Celaket jajan tradisional seperti Gatot Tiwul, Cenil Lupis dan Ketan Bubuk dijual duaribuan. Nah, ternyata masih ada lagi yang lebih murah dari kerupuk, yaitu onde-onde dan molen mini yang perbuahnya duaratus perak. Murah, bukan?!

Berjualan makanan itu susah-susah gampang. Jika makanannya enak dan tempatnya strategis maka biasanya bakal laris. Seandainya makanan telah laku banyak maka modal pun telah kembali bahkan meraup untung.

Jika Kalian menganggap bisnis makanan perlu modal besar sebenarnya tidak selalu. Begitu pula tidak selalu makanan yang dijual mahal akan cepat balik modal. Jajanan seperti onde-onde dan molen mini yang sederhana rupanya memiliki banyak penggemar, apalagi harganya murah meriah. Seribu sudah dapat lima buah.

Penjual gerobak onde-onde dan molen mini ini bisa dijumpai di berbagai tempat. Salah satunya di dekat rel kereta api menuju jalan Indragiri atau tak jauh dari lembaga permasyarakatan perempuan. Daerah tersebut bukan jalan utama akan tetapi cukup banyak pengguna jalan yang berseliweran. Peluang itu ditangkap penjual pria yang masih muda dengan menjual makanan berbahan tepung terigu.

Mungkin modalnya tak lebih dari 100 ribu rupiah. Bahan utamanya adalah tepung terigu, telur, margarin dan minyak goreng. Untuk onde-onde perlu kacang ijo yang telah dihaluskan sebagai isian dan taburan wijen.

Molen sendiri dibuat dengan alat penggiling untuk memudahkan membuat kulitnya. Bisa juga sih dengan tangan, tapi biasanya kurang rapi. Isian molen bisa pisang atau kacang yang dicincang.

Kue ini dibentuk lalu digoreng dengan menggunakan sebagian adonan. Jika kue telah ludes maka baru menggunakan adonan berikutnya.

Saya membeli lima ribu dan mendapat kue molen mini dan onde-onde sebanyak 25 buah. Hehehe lumayan banyak. Waktu saya sudah diladeni ada banyak pengendara motor yang berhenti. Belinya rata-rata 5-10 ribu. Wah cepat balik modal nih. Kue yang ada di etalasenya sudah hampir habis dan ia siap membuatnya lagi.

Rasa molennya gurih. Sebenarnya ia juga menjual molen ukuran normal seharga seribu rupiah. Tapi saya memilih versi mini. Onde-ondenya yang juara. Empuk, tidak liat, dan isiannya lembut serta manisnya pas.

Jajanan murah meriah dan lumayan enak. Tak terasa saya sudah menyantap enam buah. Hihihi kemaruk.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 7, 2017.

2 Tanggapan to “Onde-Onde dan Molen Duaratus Perak”

  1. ditempat saya wilayah Tawangmangu khususnya ada mbak molen khas dan terkenal, yaitu Molen TW, bentuknya kecil kecil seperti ini..pas klo buat cemilan ditemani teh atau kopi pas di villa..yummy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: