Ini Bedanya CV dan Portofolio

Mendapatkan pekerjaan sesuai minat dan kemampuan itu adalah keinginan semua orang. Namun untuk menggapai pekerjaan impian itu tak semudah membalik tangan oleh karena peminatnya juga bukan hanya Kalian seorang. Kalian harus bersaing dengan sejibun pelamar dan persaingan itu sudah dimulai sejak mengirimkan surat lamaran beserta CV dan portofolio.

Surat lamaran kerja, curriculum vitae dan portofolio kerap dipandang sepele padahal hal ini sangat menentukan bagi pelamar apakah ia lolos administrasi dan bisa maju ke tahap berikutnya atau tidak. Jika ketiga hal tersebut dibuat ala kadarnya atau copy paste dari yang sudah ada maka bisa jadi peluang Kalian bekerja di perusahaan tersebut sudah lenyap sebelum Kalian maju ke babak forum group discussion atau ke tahap wawancara kerja.

Surat lamaran kerja dan curriculum vitae yang dibuat pelamar kerja berkaitan dengan pengumuman lowongan kerja dan kualifikasi yang dimintai perusahaan. Kalian harus membacanya dengan seksama jangan sampai kualifikasi Kalian ABC melamar di perusahaan yang memerlukan calon karyawan yang menguasai XYZ karena surat lamaran dan curriculum vitae akan segera berakhir di bak sampah. Tapi jika latar kalian A tapi memiliki kualifikasi XYZ maka Kalian tetap bisa melamar dan lebih membahas prestasi dan keahlian Kalian di bidang XYZ di surat lamaran kerja dan CV tersebut.

Biasanya perusahaan yang lebih cair terhadap latar pendidikan seseorang adalah perusahaan yang bergerak di industri kreatif yang lebih memberikan apresiasi terhadap orang-orang yang mampu berkreasi. Jangan kuatir perusahaan di bidang kreatif itu banyak, ada 14 bidang, seperti periklanan, video, fotografi, perfilman, penerbitan dan percetakan, riset dan pengembangan, musik, perangkat lunak, seni, kerajinan, desain, dan masih banyak lagi.

Ada berbagai perusahaan terutama di bidang ekonomi kreatif yang selain curriculum vitae meminta si pelamar untuk menyertakan portofolio. Nah, lantas apa perbedaan CV dan portofolio tersebut?

CV itu lebih ke biodata diri pelamar. Dalam CV pelamar menyebutkan profil umum dan profil khusus. Profil umum seperti nama, alamat, tanggal lahir, dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Profil khusus seperti latar belakang pendidikan, kursus yang pernah diambil dan pengalaman/prestasi yang pernah diraih. Nah, portofolio lebih mengupas ke karya dari hasil pengalaman berkreasi, termasuk karya yang pernah memenangkan penghargaan. Saya akan contoh beberapa portofolio.

Seorang model, misalnya. Ia akan memiliki portofolio berupa koleksi fotonya yang terbaik, saat ia mendapat tawaran iklan A, mengikuti pemotretan di sebuah majalah bergengsi atau ikut fashion show. Koleksi foto itu ia tata rapi di sebuah album dengan menyebutkan lokasi pemotretan atau even yang diikuti sehingga sebuah perusahaan atau even yang melakukan audisi bisa menentukan apakah si model cocok untuk ikut di proyeknya atau tidak.

Arsitek juga memiliki portofolio berupa proyek perumahan atau bangunan dimana ia pernah terlibat di dalamnya. Seorang penulis juga bisa memiliki portofolio tentang karya bukunya atau kliping majalah/koran yang memuat karyanya dan karya-karyanya yang memenangkan lomba. Seorang desainer grafis juga bisa memiliki portofolio tentang desain produk atau desain apa saja yang pernah dirancangnya. Dengan adanya portofolio maka perusahaan yang membuka lowongan bisa langsung mendapat gambaran lebih jelas tentang pelamar yang hendak mereka rekrut.

Oleh karena saat ini serba digital maka portofolio tersebut tidak harus berupa album hardcopy. Kalian juga bisa membuatnya dalam bentuk presentasi pdf atau slide atau juga bisa dalam rupa video. Jika Kalian enggan untuk melamar kerja maka Kalian juga bisa menambahkan CV dan portofolio tersebut di web pribadi dimana Kalian bisa meminta testimoni dari klien yang senang dan merasa puas dengan hasil pekerjaan Kalian.

Seru bukan membuat sebuah portofio?! Bagi seorang blogger juga bisa mulai menggarap portofolio, misalnya daftar artikel yang terpopuler, pernah mendapat penghargaan atau ketika menulis artikel hasil kerja sama.

Gambar dari clipartfest

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 8, 2017.

4 Tanggapan to “Ini Bedanya CV dan Portofolio”

  1. Blog scra g langsung udh mewakili semua kak hihii

  2. ikut numpang perkenalan, kami arsitek yang aktif menulis tentang arsitektur dan tips seputar bangunan. https://hakimhomint.wordpress.com/2017/04/22/bondek-adalah-material-pengganti-bekesting/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: