Bumbu Musik Etnik Afrika di “Get Out”

Hai Kalian apakah sudah menonton film horor psycho-thriller yang berjudul “Get Out”? Film ini termasuk horor yang brilian dalam memainkan asumsi penonton dan menciptakan twist juga penutup kisah yang tak terduga. Saya yang menonton sendirian di bioskop yang sepi, hanya tujuh orang penontonnya, merasa gelisah karena tegang sepanjang film, meski ada beberapa bagian yang membuat nyengir karena humornya yang sarkas. Oh ya seperti biasa saya akan mengupas tembang soundtrack dan music score-nya.

Film ini berkisah tentang misteri yang menyelingkupi sebuah keluarga dan perkumpulan tempat dimana Chris Washington menghabiskan akhir pekannya di sebuah daerah elit kawasan suburban. Chris sendiri diajak oleh kekasihnya, Rose, untuk berkunjung ke rumah orang tuanya. Ia kemudian merasa ada sesuatu yang aneh pada pelayan keluarga Rose yang berkulit hitam dan bertanya-tanya ‘ada apakah?’

Ulasan lengkap film ini bisa Kalian simak di artikel saya di Kompasiana (di sini). Oleh karena di artikel ini saya ingin mengupas lagu-lagunya yang mengendap di benak saat dan seusai menontonnya. Lagu yang unik sekaligus indah karena beberapa di antaranya memiliki unsur musik etnik dan salah satu bahasa Afrika. Oh ya ras kulit hitam di sini menjadi bahasan utama meskipun film ini bukanlah film bernada rasis.

Music score dalam film garapan Jordan Peele ini ditangani oleh Michael Abels yang sebelumnya sering bergelut di orkestra. Ada 43 lagu dalam film ini yang dikaitkan dengan adegan dalam film. Saya usai menonton baru mendengar seperempatnya dan ada beberapa yang berkesan hingga saat ini.

Lagu yang berkesan di dalam film adalah ‘Prologue’ yang singkat namun seolah mengenalkan film ini bakal memiliki sisi misterius. Juga ada lagu ‘Hypnosis’ yang membuatmu seolah merasa ikut mengalami sesi konseling dengan metode hipnotis. Nomor berikutnya yang digarap Abels bersama Timothy yang mendebarkan adalah ‘Finding The Keys’ dan ‘The Sunken Place’. Ketika mendengarkan nomor ini maka Kalian akan merasa detak jantung Kalian terpacu karena marabahaya akan tiba, sedangkan di ‘The Sunken Place’ Kalian merasa bingung dan tak berdaya.

Nomor pada music score yang paling notable adalah Sikiliza Kwa Wahenga. Berbeda dengan nomor lainnya yang instrumentalia, lagu ini memiliki lirik dengan kata berulang dalam bahasa Swahili. Lagu ini bermakna dengarkan leluhurmu dimana liriknya seolah memberitahukan akan ada sesuatu yang datang dan berbahaya, waspada dan menjauhlah. Musik etnik ini hadir di awal dan akhir film dengan pesan seolah berbisik agar si penerima pesan segera pergi.

Untuk tembang soundtrack-nya ada tiga yang di antaranya juga hadir mengiringi adegan dalam film. Lagu tersebut adalah ‘Run, Rabbit Run’ oleh Ralph Butler dan Noel Gay yang bernada ceria di awal film. Kemudian ada lagu Redbone yang bernuansa ala tahun 70-an bergaya hip hop. Lagu ini dibawakan Childish Gambino. Liriknya bermakna kecemasan akan sebuah hubungan seperti Chris yang cemas karena Rose, kekasihnya, berkulit putih, dan ia takut orang tua Rose tidak menyukai hubungan mereka.

Lagu berikutnya berjudul (I’ve Had) The Time Of My Life oleh Bill Medley & Jennifer Warnes. Lagunya juga bernuansa jadul tapi tetap asyik didengar. Oh ya meskipun lagunya ada yang bernuansa tahun 70-an, film ini memiliki latar waktu tahun 2016 dimana Obama yang disebut-sebut dalam film ini sudah akan menjalani masa pensiun sebagai presiden karena sudah terpilih dua kali.

Jadi, sudah siapkan Kalian menonton Get Out? Jika segan, Kalian bisa mendengar lagunya saja.

Gambar dari Universal Pictures dan situs Getout Film

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 10, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: