Ngabuburit Favoritmu Seperti Apa dan Dimana?

Istilah ngabuburit kembali tren selama bulan Ramadhan. Saat sore hari itu memang masa-masa rawan untuk lapar mata. Untuk mengisi waktu maka orang-orang pun melakukan berbagai aktivitas ngabuburit, baik silaturahmi, ikut berbagai acara blogger, ikut pengajian, nobar film layar lebar, maupun berkunjung ke berbagai obyek wisata. Kalau saya sih suka semuanya, tapi paling suka membaca buku atau jalan-jalan ke tempat wisata. Kalau ngabuburit favoritmu seperti apa dan dimana?

Dulu waktu masih tinggal di Malang kegiatan ngabuburit terbatas. Kalau tidak mengaji ya membaca buku, nonton teve, ikut buka bersama di rumah teman, atau membantu ibu menyiapkan makanan berbuka. Menu bulan puasa sebenarnya tidak jauh beda dengan keseharian, tapi ibu dan ayah biasanya menyiapkan bujet khusus untuk menu takjil seperti es degan, puding, es buah, kolak, atau dawet buatan sendiri. Ibu itu sangat cekatan, jadinya saya paling membantu menyapu, menyiapkan takjil dan menata meja, setelah itu masih bisa membaca atau menonton teve.

Ketika berlalang buana ke Surabaya dan Jakarta, biasanya saya ngabuburit di acara-acara kemahasiswaan. Lumayan nambah ilmu sekaligus makan gratis hehehe. Saat bekerja, saya disibukkan dengan agenda buka bersama di sana sini. Jika pun sedang lowong dan di kos, paling-paling membaca buku atau nonton film DVD.

Nah, kegiatan ngabuburitku semakin beragam saat telah berpasangan. Meskipun cukup sibuk menyiapkan makanan berbuka, biasanya masih ada waktu mengaji ataupun membaca buku. Beruntung aku punya perpustakaan pribadi dan ada anggaran khusus untuk membeli buku tiap bulan, sehingga aku bisa puas membaca ini dan itu.

Bila kami sama-sama libur, kami juga suka jalan-jalan melihat-lihat sekeliling dengan naik motor. Tapi biasanya sih macet di jalanan menuju pusat perbelanjaan dan beberapa ruas jalan yang banyak menjual menu takjil. Alhasil daripada kami mengeluh dan menggerutu, akhirnya kami pilih ngabuburit dengan melakukan hobi masing-masing.

Baru deh jika sampai di rumah orang tua, yaitu di Malang, kami bisa puas ngabuburit di tempat wisata. Asyik lho berwisata saat bulan puasa itu. Asyiknya dimana? Sepi hehehe, jadi bisa puasa kemana-mana.

Jika biasanya kami terjebak macet menuju beragam wisata di kawasan Batu, Lawang, dan sebagainya, maka saat bulan puasa kami pun merasa merdeka. Hore jalanan lancar jaya. Tidak perlu antri di loket atau mencobai berbagai wahana.

Dari rumah orang tua yang terletak di tengah kota menuju Alun-alun Batu biasanya sekitar 30-45 menit. Setelah itu pilihannya bisa bermain di Alun-alun Kota Batu yang cakep dan memiliki kincir raksasa, atau lanjut ke berbagai obyek wisatanya. Waktu itu suami ngajak untuk ke Waduk Selorejo di Pujon. Hehehe hawanya sejuk meski jauh, jadinya tetap asyik-asyik saja meski berpuasa. Sepanjang jalan, pemandangan pun indah.

Selain ke Batu, kami juga suka ngabuburit di candi-candi, air terjun dan menikmati hawa di kawasan Lawang. Hawa yang sejuk dan panorama menawan membuat kami merasa bersyukur memiliki negeri yang indah hehehe agak filosofis.

Biasanya kami menuju tempat wisata pasca Dhuhur dan kemudian balik ke rumah sejam sebelum waktu berbuka puasa. Kami mencobai masjid-masjid di sepanjang jalan kami temui untuk sholat Ashar, sehingga kami merasakan suasana tempat ibadah yang berbeda. Beberapa waktu lalu saya berkesempatan ngabuburit di Cirebon.

Ada banyak cara untuk ngabuburit. Kisah di atas adalah ngabuburit favoritku. Bagaimana dengan Kalian?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 14, 2017.

2 Tanggapan to “Ngabuburit Favoritmu Seperti Apa dan Dimana?”

  1. Wagh kincir anginnya klasikk. Duh pengen kesana juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: