Sahur on The Road, Banyak Manfaat atau Ruginya?

“Kamu sudah pernah ikut kegiatan sahur on the road?” Aku mengangguk dengan semangat. Tentu saja dan sudah beberapa kali. Aku kemudian mengaitkan sahur yang kulakukan saat mudik ke Malang dengan kendaraan pribadi atau menumpang kereta api. Kawanku pun tertawa, hahaha, ternyata yang dimaksud dengan sahur on the road bukan sahur di sepanjang jalan seperti ketika saat mudik.

Sahur on the road ada yang menyebutnya pawai sahur keliling, ada pula yang memaknai sebagai kegiatan komunitas untuk mengadakan acara sahur sambil berkonvoi. Namun sebenarnya kegiatan sahur on the road berawal dari niat mulia untuk berbagai dengan sesama.

Sahur on the road mulai marak pada tahun 2009. Pada saat itu mulai muncul gerakan untuk berbagai kepada warga yang kurang beruntung dengan membagikan makanan untuk bersahur. Di saat warga lainnya bersantap sahur bersama keluarga di rumah, banyak yang sulit untuk sahur karena ketidakmampuan ekonomi. Untuk itulah berbagai komunitas kemudian mengumpulkan dana kemudian membagi-bagikan makanan kepada tunawisma, tukang becak, dan fakir miskin pada saat sahur. Sebuah niat yang terpuji, bukan?!

Sayangnya dalam praktiknya seringkali tidak semulus rencana. Terkadang penyampaiannya kurang tepat dimana ada pengendara motor atau warga lainnya yang meminta jatah atau mengambilnya tanpa ijin padahal ia sebenarnya mampu. Yang tak kalah memrihatinkan, sejak tiga tahun terakhir kegiatan sahur on the road ini memakan korban. Hal ini dikarenakan ada tawuran, seperti yang terjadi Senin dini hari kemarin (19/6) dimana terjadi bentrokan sehingga membuat belasan orang menjadi korban.

Kejadian tak mengenakkan tersebut rata-rata terjadi di Jabodetabek. Tawuran jelas kegiatan yang banyak ruginya. Oleh karena melihat potensi terjadi kejadian yang menimbulkan korban tersebut maka kiranya langkah pemerintah dan lembaga kepolisian sudah tepat untuk melarang aktivitas sahur on the road. Kegiatan ini bertujuan mulia tapi memiliki potensi pelanggaran dan mengancam keamanan masyarakat karena adanya pihak yang suka berbuat keonaran.

Pada saat dini hari memang ada kondisi rawan sehingga apabila memang berniat memberikan bantuan menu sahur kepada mereka yang membutuhkan maka bisa lewat masjid-masjid atau disalurkan setelah sholat tarawih dengan bekerja sama Karang Taruna ataupun RT/RW sehingga bantuannya tepat sasaran.

Ya tidak semua kegiatan mulia seperti sahur on the road bisa berjalan lancar. Kegiatan ini bisa tepat sasaran apabila melibatkan berbagai elemen masyarakat dan warganya mendukung ketertiban dan keamanan.

Gambar dari Tribunnews

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 20, 2017.

3 Tanggapan to “Sahur on The Road, Banyak Manfaat atau Ruginya?”

  1. Hmm sedih sampai bentrok gtu mbak ya, alhamdulilah di Surabaya selama SOTR aman terkendali mbak :” semoga para generasi muda lebih bijak lg ya dan gak gampang tersulut emosi. aamiin šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: