Berwisata dan Eksplorasi Kawasan Jadi Lebih Mudah dengan Geospasial Digital

Aku tersenyum lebar. Rasanya senangnya menemukan sebuah situ alias danau yang ternyata tak begitu jauh dari lokasi tempat tinggalku. Situnya masih belum rame sebagai tempat wisata meskipun sudah ada perahu bebek dan mereka yang asyik memancing. Oleh karena masih natural jadinya asyik sore-sore atau pagi hari bersantai di sini. Danau ini kutemukan lewat bantuan peta atau geospasial digital. Dan ternyata ada beberapa tempat menarik lainnya yang ada di sekitar tempat tinggalku

Aku sejak dulu suka menjelajah. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, kami berenam suka melakukan penjelajahan. Kami menyebutnya operasi gang. Rasanya senang sekali ketika kami menjelajahi gang demi gang dan kemudian menemukan hal-hal menarik, seperti taman yang indah, jembatan yang di bawahnya ada sungai mengalir deras, atau sebuah toko kelontong yang menjual penganan dan es yang enak. Kami menghafal rute tersebut dan membuat peta kecil ala kami. Selanjutnya, jika kami pulang cepat karena para guru rapat, maka kami pun menyiapkan penjelajahan baru.

Menemukan Tempat Menarik Tersembunyi Itu Bak Menemukan Harta Karun
Kebiasaan sejak kecil itu terbawa hingga besar. Aku suka mengoleksi peta. Aku punya peta Malang, Surabaya, Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia dan mancanegara. Sejak dulu aku memang bermimpi suatu saat dapat menjelajah daerah-daerah tersebut. Syukurlah satu-persatu kota itu akhirnya berhasil kukunjungi. Peta lebar yang dilipat-lipat menjadi seperti brosur itu kucermati, terutama yang menunjukkan ada danau, pepohonan dan gang-gang yang sepertinya menyembunyikan sesuatu yang menarik di sana.

Ketika aku sudah duduk di bangku SMP dan menjelang ujian olah raga, kami rajin berlatih voli. Jika bosan berlatih, kami pun lagi-lagi menjelajah kawasan. Rasanya seperti menemukan harta karun ketika kami menemukan jalan pintas menuju kawasan Ijen, dengan melewati jembatan melintasi sungai Brantas yang deras. Kami kemudian juga menemukan hutan kota serta taman yang cantik yang tersembunyi. Wah aku tidak menduga ada sebuah taman yang begitu asri di tempat tersebut. Di peta Malang yang kupunya pun tidak terlihat dan tidak dimasukkan dalam obyek wisata.

Saat di Surabaya aku menggunakan peta untuk menemukan jalan pintas menuju kampusku. Waktu itu kosanku sudah pindah dan agak jauh dari kampus. Berkat peta itu aku bisa berjalan kaki lewat jalan yang lebih singkat dari rute angkot. Alhasil jika tidak dapat angkot karena sarat penumpang, aku masih bisa berjalan kaki. Sekitar 40 menit hehehe. Lumayan sih dan hitung-hitung olah raga. Di perjalanan aku juga menemukan berbagai spot menarik yang sebenarnya layak dimasukkan sebagai obyek wisata.

Saat ini peta bukan hanya dalam bentuk lembaran atau seperti buklet. Peta juga ada dalam bentuk digital dan semakin memudahkan penggunanya. Dengan terhubung oleh satelit maka jalan-jalan, gedung, rumah dan sebagainya menjadi lebih jelas sehingga membantu penggunanya agar tidak mudah tersesat. Dengan peta digital itu aku sering menemukan obyek wisata menarik yang masih alami dan jarang pengunjung. Alhasil cerita perjalananku jadi berbeda karena melibatkan obyek wisata atau rute jalan yang tidak umum dikunjungi wisatawan.

Indonesia Juga Punya Peta Digital Buatan Badan Informasi Geospasial
Tentang peta aku teringat akan BIG. BIG atau Badan Informasi Geospasial adalah badan pemerintah yang juga bertugas membuat peta. Dulu namanya adalah Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional). Tugas pokok badan ini adalah berurusan dengan geospasial atau menyediakan informasi mengenai penampakan bumi dari citra satelit, seperti membuat peta. Membuat peta itu tidak mudah, karena harus menghitung skala dengan cermat, menandai lokasi dimana perlu kerja keras dan ketelitian. Fungsi peta tidak hanya menunjukkan jalan dan menjadi pemandu obyek wisata, namun juga bermanfaat untuk berbagai aspek kehidupan masyarakat dan menjadi referensi untuk membuat keputusan strategis, serta penting bagi keamanan negara karena memuat batas-batas wilayah NKRI seperti yang dijelaskan di web BIG.

Peta sendiri ada dua, yaitu peta dasar dan peta tematik. Peta dasar yang disediakan oleh BIG di antaranya peta risiko bencana, peta zonasi wilayah, peta tutupan lahan, dan sebagainya. Sedangkan peta tematik di antaranya lahan basah, kawasan konservasi, lahan kritis, neraca sumber daya air, neraca sumber mineral, dan sebagainya. Dengan kebijakan satu peta maka referensi peta tematik berlandaskan pada peta dasar yang disediakan oleh BIG yang merupakan badan yang berwenang menyediakan informasi geospasial berdasarkan UU No 4/2001.

Kalian bisa melihat peta dasar dan peta tematik tersebut dan menggunakannya untuk sehari-hari, termasuk untuk keperluan wisata. Peta tersebut bisa dilihat di Ina Geoportal yang dirilis BIG sejak 17 Oktober 2011.


Oh ya saat ini sudah ada juga peta digital dalam bentuk aplikasi mobile. Apps bernama Geospasial Indonesia ini bisa diunduh secara cuma-cuma di playstore. Fiturnya banyak dan memiliki berbagai keunggulan, seperti mengetahui kondisi jalanan, kondisi geologis di tempat tersebut seperti jenis bebatuannya, citra satelit, peta NKRI dan sebagainya.

 

Saya mengunduhnya dan aplikasi ini ringan, cuma masih ada beberapa keterbatasan seperti aplikasinya yang terkadang menutup sendiri, terutama pada proses pencarian. Mudah-mudahan aplikasinya segera disempurnakan sehingga masyarakat akan makin terbantu dengan peta dan informasi geospasial digital buatan Badan Informasi Geospasial.

Ada peta digital dan apps geospasial nih, yuk berwisata dan eksplorasi.

Sumber Gambar dari: 1 | 2 | 3

Referensi:

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 6, 2017.

25 Tanggapan to “Berwisata dan Eksplorasi Kawasan Jadi Lebih Mudah dengan Geospasial Digital”

  1. jadi pengen liburan uey…ok juga nih buat di coba

  2. waaa ada peta digital, ya.
    sekarang sudah bertransformasi modern. kalau dulu keayang peta dibuat dalam satu buku wicis yaa gitu-gitu aja keliatannya. sekarang peta udah ada yg digital, buatan indonesia pula.

    btw, mbak. boleh diganti kah warna background-nya. warna-warna terang seperti putih kayaknya lebih enak 😀 maap, numpang saran

  3. Wuih keren ada versi mobile nya

  4. Kalo ini cocoknya buat pergi ke area yang pelosok ya, Mbak? Supaya tau kondisi medannya.

    Jaman dulu belom ada gps saya baca peta. Nah suka ga ngeh kalo jalannya masuk ke gunung. Hihihi. Kan perjalanannya jadi tambah lama.

  5. Seru nih buat jalan-jalan ya. Dulu aku pernah udah jauh-jauh jalan, taunya melalui tempat rada bukit gitu, susah buat mobil matic hahaha.

  6. Wah ada app nya juga ya. Yang suka geografi dan suka jalan n baca peta kudu nyoba nih. Saya sukanya baca google map, tapi ini menarik juga kayaknya

  7. Wahh, ada aplikasinya. Memudahkan banget ya. Suka.

  8. Wah baru tau ada aplikasinya, sangat bermanfaat buat nanti jalan-jalan niy.

  9. Wah teknologi semakin maju yaa. Inget banget dulu itu kalau peta Indonesia identik dengan Atlas. Sekarang semua bisa diakses lewat smatphone ya. Pastinya praktis dan membantu untuk mereka yang suka ngebolang. Terus maju Indonesia! Jangan mau kalah dengan negara lainnya…

  10. peta digitalnya nolong banget ini ya, makasih udah sharing 🙂

  11. Semua serba canggih ya.Sudah ada peta digital yang mempermudah perjalanan liburan.Boleh deh aku coba.Thanks ya infonya

  12. Mantep ya ada versi mobile begini

  13. Jdi penasaran kayak apa aplikasi geospasial ini, kayak googlemaps gitu gk sih? Aku kurang bisa baca peta, semoga bisa cpet disempurnakan ya aplikasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: