Marlina, Kisah Aksi Janda Sumba yang Dipuji Mancanegara

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina:The Murderer in Four Acts) ramai diperbincangkan sejak film ini mendapat bantuan dana dari Aide Aux Cinemas du Monde, dan Talents Tokyo karena idenya dianggap menarik. Bulan Mei lalu film ini tayang di Festival Film Cannes 2017 dalam kategori Director’s Fortnight. Setelah ajang Cannes rupanya film ini tidak langsung tayang ke tanah air, melainkan melalang buana ke berbagai festival mancanegara. Hasilnya, film ini mendulang banyak pujian dan prestasi.

Ide film Marlina dicetuskan oleh Garin Nugroho kepada Mouly Surya. Selanjutnya film ini dieksekusi berbeda dengan menonjolkan keindahan alam Sumba yang di beberapa tempat gersang seperti di savana yang ada Amrik. Hasilnya gambar poster dan visualisasinya yang ada dalam trailer seperti sosok wanita koboi dengan kuda dan jalan nan gersang. Yang mencolok dalam poster pertama yang dirilis adalah yang dibawa oleh si perempuan tersebut. Rupanya ia membawa kepala para perampok yang dibunuhnya.

Film Marlina ini memiliki premis yang menarik. Ia mengisahkan seorang perempuan yang suaminya baru meninggal. Marlina seolah-olah tak diperbolehkan memiliki masa berkabung karena ada kepala perampok, Markus (Egi Fedli) yang mengancamnya. Ia meminta si janda (Marsha Timothy) untuk menyiapkan makanan untuk tujuh perampok pada malam hari. Mereka setelah makan akan mengambil ternak milik janda tersebut dan akan memerkosanya.

Namun Marlina tidak berdiam diri. Ia tahu ia akan jadi korban sehingga merencanakan sesuatu untuk mempertahankan diri. Ia tahu itu perbuatan salah sehingga ia pun kemudian berniat mengakui perbuatannya di hadapan polisi. Tapi Marlina dihadapkan berbagai dilema.

Selain premis yang menarik dan visualisasi yang cantik, film Marlina ini disebut-sebut memperlihatkan akting serta chemistry yang ciamik di antara para aktor dan aktrisnya. Sehingga tak heran jika film dan pemeran utama wanita, Marsha Timothy mendapat ganjaran award dari Sitges Film Festival 2017 untuk pemeran utama wanita terbaik dan Special Mention Award untuk Focus Award seperti yang dilansir dalam laman http://www.sitgesfilmfestival.com (14/10). Film ini juga mendapat pujian saat tayang di Toronto International Film Festival 2017. Film ini juga telah diputar di Melbourne Film Festival dan New Zealand International Film Festival.

Jika Kalian penasaran seperti apakah kisah Marlina dan kenapa film ini banjir pujian dari mancanegara, kalian harus bersabar sejenak.  Kalian baru bisa menyaksikannya Kamis minggu depan (16/11) di berbagai bioskop tanah air. Oh ya ada premier-nya hari ini di Jakarta Selatan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 9, 2017.

2 Tanggapan to “Marlina, Kisah Aksi Janda Sumba yang Dipuji Mancanegara”

  1. serius tayang di bioskop seluruh indonesia? Seperti film menarik untuk ditonton

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: