Hujan, Perubahan Tata Ruang, dan Banjir

Hujan masih turun hingga larut malam. Memang sudah tidak sederas siang dan sore harinya, tapi tetap membuat cemas. Apakah besok jalanan lancar dan tidak ada genangan? Apakah ada daerah yang kebanjiran?

Banjir lekat dengan ibukota. Dari dulu kawasan yang sering terlanda banjir adalah daerah yang dekat sungai dan drainasenya buruk. Langganannya dulu daerah Kampung Melayu. Tapi setelah warganya dipindahkan ke rusun, jarang terdengar berita tersebut. Yang terjadi malah bilangan Jakarta Selatan yang mulai langganan banjir.

Memang sih rata-rata banjir kiriman dari Bogor. Meskipun hujannya di Jakarta gerimis tapi jika di Bogor sangat deras maka bisa membuat mereka yang tinggal di hili kebanjiran.

Tapi sekarang banjirnya merambat dan tidak hanya terjadi di kawasan sekitar sungai, seperti Jati Padang, Rawa Jati, Lenteng Agung, dan Kemang. Daerah-daerah di Jakarta Selatan lainnya juga mulai terancam dengan banjir.

Sebenarnya ini fenomena yang unik tapi sekaligus menguatirkan. Dulu sekitar tahun 2003, aku pernah tinggal di kawasan Jakarta Selatan, persisnya kawasan Warung Buncit. Aku merasa senang dan nyaman tinggal di sana meskipun tempat magangku di Jakarta Utara. Pasalnya, kawasannya lebih hijau dan relatif lebih sejuk dibandingkan kawasan Jakarta lainnya.

Akan tetapi sejak belakangan ini kawasan Jakarta Selatan yang dulunya dominan ruang terbuka hijau mulai banyak dibangun perkantoran, apartemen, dan hotel-hotel. Sepertinya ada kaitan antara pembangunan tersebut dengan kondisi alam Jakarta Selatan yang berubah. Sebenarnya menyedihkan, yang dapat keuntungan dari pembangunan tersebut mungkin segelintir pihak tapi yang merasakan dampaknya berkali-kali lipat.

Dini hari aku membaca warga Jati Padang mulai kebanjiran. Kawasan Jakarta Selatan juga mengalami genangan hingga 40 cm. Semoga cepat surut dan jalanan bisa dilewati. Kasihan mereka yang akan bekerja dan sekolah apabila mereka tertahan dan kesulitan melewati genangan tersebut.

Sepertinya hujan deras bakal terus mengguyur Jakarta berhari-hari ke depan. Aku harus siapkan payung, sandal jepit, dan jas hujan. Mudah-mudahan rumah juga tak lagi bocor sehingga tak selalu was-was jika musim hujan mulai tiba.

Gambar dari pexels dan detik

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 13, 2017.

4 Tanggapan to “Hujan, Perubahan Tata Ruang, dan Banjir”

  1. Padahal jakarta itu ibukota negara kok bisa ya jadi langganan banjir 😀

  2. Saya domisili di Sekitar Jati Padang tapi gak ada kena. Syukurlah :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: