Menikmati Sungai Pusur dengan River Tubing

Saat arus sungai itu makin deras dan permukaannya terus menurun, maka permainan semakin bertambah seru

Siapa di sini yang tidak suka main air? Main air itu memang menyenangkan, tua muda menyukainya. Ada banyak permainan yang bisa dilakukan di air sungai yang bersih, dari berenang, body rafting, rafting, dan juga river tubing. Kalau Kalian suka yang mana?

Aku sendiri tak pandai berenang, namun suka banget bermain air. Rafting beberapa kali kulakukan seperti di kawasan Sukabumi dan Pekalen. Body rafting pernah kulakukan waktu bermain di Green Canyon yang arusnya lumayan deras. Sedangkan river tubing pernah kuikuti di Gua Pindul, Yogyakarta. Lantas apa yang bisa kulakukan di Sungai Pusur?

Sungai Pusur terletak di kawasan Klaten, kawasan yang terletak di tengah-tengah antara Solo dan Jogkakarta. Kawasannya termasuk sejuk dan daerahnya relatif tidak sepadat di kedua kota kanan kirinya. Masih banyak persawahan di Klaten. Sungai-sungainya juga rata-rata masih jernih.

Kegiatan seperti river tubing di Sungai Pusur bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga. Selain itu juga memiliki maksud menjaga kebersihan sungai. Agar pengunjung nyaman saat berenang dan river tubing tentunya sungai harus tetap dijaga kebersihannya. Jika habis hujan dan sampah hanyut, maka tugas para pemuda yang bekerja sebagai pemandu wisata dan warga setempat untuk membersihkannya. Lama kelamaan mereka melakukannya dengan sukarela.

Persiapannya sama seperti saat be-river tubing di Yogyakarta. Jadi perlu helm, pelampung dan ban berukuran besar. Setelah itu maka secara otomatis ban akan melaju mengikuti arus sungai.

Perjalanan menyusuri sungai itu menyenangkan. Terkadang arusnya tenang, membuat penunggang ban pun mengantuk, tapi di satu momen, arusnya kemudian deras dan menukik, wah saat-saat itu bisa jadi ban terbalik atau malah mampat di antara dua batu besar. Proses melepaskan diri dari terjebak batu besar tersebut yang membuat berolah raga.

Satu sesi selesai, ada air terjun kecil yang deras. Masih ada beberapa etape. Total ada sekitar enam etape.

Etape kedua arusnya lebih deras, batu-batu besarnya juga lebih banyak sehingga harus lebih waspada. Bagian yang tidak enak memang ketika ban terjebak sehingga sulit bergerak atau ketika badan bersentuhan dengan batu besar. Pada saat seperti itu biasanya aku menggelung kedua kakiku.

Kemudian ada permainan seluncur dengan ketinggian sekitar tiga meter. Bagian ini bikin dagdigdug. Aku sendiri sebenarnya enggan ikut, tapi karena sudah jauh-jauh ke sini dan beberapa teman mencoba, ya coba saja. Aslinya aku takut. Permainannya, siapa yang masih bertahan dengan bannya itulah pemenangnya. Karena aku tidak fokus gara-gara takut, banku cepat terlepas. Aku hanya ingin cepat turun hehehe.

Etape ketiga itu arusnya tenang. Kami bergerak beriringan, membuat mata terasa berat. Suasana yang tenang, hawa yang segar, serta panorama hijau di sana-sini begitu indah sekaligus meninabobokan.

Wah tak terasa sudah tiga etape. Kami harus menyudahinya karena hari sudah terlalu sore.

Kami harus segera bergegas karena acara Danone Blogger Academy belum usai. Selepas tiba di hotel kami akan melakukan presentasi artikel apa yang akan kami jadikan sebagai tugas akhir. Wah malam kedua tersebut giliranku untuk presentasi.

Sumber gambar: Refika dan Ani Bertha

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 22, 2017.

4 Tanggapan to “Menikmati Sungai Pusur dengan River Tubing”

  1. kita sama kak, sama-sama gk bisa berenang tapi memang paling suka dengan river tubing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: