Menjelajah Nirvana

Sejak beberapa hari lalu aku mulai tersentil kembali oleh Nirvana. Tiba-tiba aku kangen, kemudian mendengar dan menyanyikan lagu Nirvana yang berjudul Lithium.

Masa remajaku dulu diiringi dengan lagu-lagu grunge dan pop rock alternatif. Lagu-lagu seperti ini cocok didengar pada masa-masa itu yang dipenuhi keinginan untuk memberontak dan tampil sesuai jati diri.

Aku memilih Lithium daripada Smells Like Teen Spirit bukan karena Lithium lebih non mainstream. Aku suka kedua-duanya. Namun, lagu kedua dulu terlalu sering kudengar. Aku masih agak bosan mendengarnya.

Lagu Lithium itu unik. Aku suka akan dentuman basnya yang jelas terdengar di sini dan memberikan warna pada lagu.

Lithium bukan baterai. Konon Lithium itu semacam obat, tapi aku tidak tahu apakah masuk narkoba atau tidak.

Lagu ini memiliki banyak penafsiran. Ada yang bilang lagu ini menggambarkan delusi setelah mengonsumsi Lithium. Ada pula yang menafsirkan lagu ini menggambarkan sosok si vokalis,Kurt Cobain, yang disebut bipolar. Ada juga yang menganggap lagu ini merupakan satir dari kebiasaan masyarakat berdoa dan sebagainya.

Kalau aku sendiri merasa ada dua kutub dalam lagu ini. Ada keinginan untuk nakal dan jail, tapi ia  berupaya untuk menjaga kelakuannya tersebut agar tidak merugikan sekelilingnya.

I’m so happy ’cause today
I’ve found my friends,
They’re in my head
I’m so ugly, that’s okay, ’cause so are you,
Broke our mirrors
Sunday morning is everyday for all I care,
And I’m not scared
Light my candles in a daze
‘Cause I’ve found god
Yeah, yeah,
Yeah, yeah,
Yeah, yeah,
Yeah, yeah,
Yeah, yeah,
Yeah, yeah, yeah
I like it, I’m not gonna crack
I miss you, I’m not gonna crack
I love you, I’m not gonna crack
I killed you, I’m not gonna crack

Lagu ini memiliki irama yang mudah dikenali, line bas yang asyik, juga lirik sederhana yang mudah diingat. Meski terkesan asal-asalan, lagu Lithium merupakan lagu Nirvana yang kusukai.

Ya aku dulu masuk sebagai fans berat Nirvana. Semua lagunya dalam album kaset yang beredar di Indonesia kuperdengarkan. Tadi malam aku bereuni lagi dengan lagu-lagu tersebut. Dan aku agak terkejut ketika melihat seleraku dulu dan kini. Rupanya seleraku jaman SMP tak berbeda jauh dengan masa dewasa. Pilihan lagu-lagu favorit Nirvana tak banyak berubah.

Aku suka dengan album awal Nirvana berjudul Bleach. Lagu-lagunya unik dan warnanya berbeda dengan album-album berikutnya. Warna grunge-nya sebagian kelam. Lagu favoritku itu di antaranya School yang liriknya sangat sedikit, Lovebuzz yang memiliki lirik awal yang khas, dan Paper Cuts yang begitu dark.

Aku ingin bahas Paper Cuts. Entah kenapa lagu ini sangat Kurt Cobain banget bagiku. Lagu ini jenius dan menurutku cocok ada di sebuah film thriller psikologis. Lagunya seram dalam artian mengintimidasimu untuk mendengarkan dan mengetahui kisah lagu ini. Lagu ini begitu emosional dan seperti menunjukkan rasa frustasi.

Dulu aku suka banget akan lagu ini. Saat tadi malam mendengarnya aku juga langsung menyukainya. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Mama melihat anak gadisnya mendengarkan lagu rock seperti ini.

Oke cuplikan liriknya seperti ini.

When I’m feeling tired
She pushed food through the door
And I crawl towards the crack of light
Sometimes I can’t find my way
Newspapers spread around
Soaking all that they can
A cleaning is due again
A good hosing down
I said so
I said so
I said so
Nirvana, nirvana, nirvana, nirvana

Oh ya di dalam lagu ini Kurt Cobain berulang kali menyebut Nirvana. Nirwana atau surga Kurt atau dalam lagu ini bisa jadi berbeda dengan yang ada di bayangan sebagian manusia.

Lagu ini bisa jadi menggambarkan hewan peliharaan yang dikurung. Kurt pernah bercerita jika ia terinspirasi lagu ini dari sebuah kisah nyata anak-anak yang dikurung Ibunya hingga dewasa.

Ehm jadi ingin cerita lebih banyak tentang Nirvana.

Gambar dan video: NirvanaVevo

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 16, 2018.

4 Tanggapan to “Menjelajah Nirvana”

  1. […] Oh ya tentang Lithium aku suka banget line bas-nya yang dimainkan Krist Novoselic. Line bas paling kece di antara tembang-tembang Nirvana. Tidak banyak lagu yang bagian basnya kental dan terdengar jelas, lagu Lithium membuktikan musik bas itu seksi dan juga layak disandingkan dengan musik dari gitar. Aku juga pernah membuat artikel sendiri tentang Lithium dalam “Menjelajah Nirvana”. […]

  2. Nirvana cuman tahu Smells Like Teen Spirit ama Rape Me, yang liriknya super ngaco. Hhee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: