Mengajak Masyarakat Lebih Paham Keselamatan Penerbangan

Keselamatan dalam hal penerbangan bukan hanya tanggung jawab maskapai penerbangan. Rupanya ada banyak hang turut andil dalam menciptakan keselamatan tersebut. Termasuk di antaranya adalah aku dan Kamu, para calon penumpang pesawat.

Mengapa penumpang juga turut andil dalam keselamatan penerbangan? Karena ada beberapa kejadian yang membahayakan keselamatan penerbangan yang bisa dilakukan oleh penumpang.

Yang pertama adalah larangan merokok. Di dalam pesawat selalu diumumkan jika penerbangan adalah tanpa asap rokok, baik di dalam kabin, toilet dan di area penerbangan/pendaratan pesawat. Pernah kejadian kan ada penumpang yang marah karena diingatkan untuk mematikan rokok. Selain berbahaya bagi kesehatan tentunya rokok juga mengancam keselamatan. Pasalnya, rokok itu pernah menjadi alasan pesawat Boeing terbakar pada tahun 1973. Setelah diusut ada api dari toilet yang merambat karena puntung rokok yang tak mati secara sempurna.

Yang kedua adalah menyalakan hape dalam kondisi normal saat take off dan mendarat. Menyalakan hape dengan flight mode boleh dilakukan setelah pesawat lepas landas. Tapi saat dua proses awal dan akhir, pilot harus berkonsentrasi. Ini adalah masa kritis. Sinyal hape berisiko mengakibatkan noise dan gangguan. Jadi jika ada rekan di sebelahmu yang ngotot tidak mematikan hape jelang pesawat mendarat, mending segera beritahu pramugari untuk ditegur.

Berikutnya adalah membawa power bank yang tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan. Power bank atau jenis baterai lainnya boleh masuk kabin pesawat dengan ketentuan tertentu yaitu di bawah 100WH atau sekitar 26800mAH. Yang di atas 160WH yang dilarang, sedangkan 100WH-160WH berdasarkan ketentuan maskapai bersangkutan.

Bercanda tentang membawa bom. Ini mungkin dimaksudkan bercanda, tapi ini benar-benar tidak lucu. Jangan dilakukan ya Kawan karena bakal meresahkan dan membahayakan.

Dan terakhir adalah tidak mengenakan sabuk pengaman dengan benar atau malah mengambil pelampung diam-diam serta abai dengan prosedur di jendela darurat. Jika Kalian sering naik pesawat mungkin  sudah hafal dengan prosedur keselamatan. Jangan diabaikan ya Kawan. Mengenakan sabuk pengaman akan sangat membantu ketika pesawat mengalami turbulensi. Mengambil pelampung atau memindahkannya bisa dipidanakan dan ketika tidak tahu cara membuka jendela darurat padahal berada di tempat tersebut tentu akan merepotkan seandainya prosedur itu harus dilakukan.

Oh ya pengetahuan tadi kudapat di acara workshop Aviasi bersama Kompasiana dan Dirjen Perhubungan. Yup program mereka untuk menyosialisasikan keselamatan penerbangan ini perlu didukung agar masyarakat tidak paranoid terbang dan paham bagaimana berkontribusi agar penerbangan aman, nyaman, dan selamat.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 5, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: