Jual Diri Lewat Portofolio

Apakah Kalian sudah punya portofolio? Atau malah belum terpikir untuk membuatnya? Portofolio itu penting untuk menjual diri. Bentuknya juga berbeda dengan CV dan resume. Seperti apa sih wujud portofolio?

Aku mengenal istilah portofolio ketika membaca novel model Ford. Di dalam buku tersebut tiap model punya portofolio masing-masing yang berisikan foto-foto mereka terbaik dari foto profil, iklan atau kerja sama pemotretan dengan brand ternama. Ketika klien tertarik dengan mereka mereka rata-rata melihat dari portofolio mereka.

Portofolio para model tentu berbeda dengan portofolio desainer interior rumah dan juga para blogger. Desainer interior bisa mencantumkan contoh-contoh desainnya yang terbaik atau mewakili sejumlah pengalamannya. Sedangkan blogger bisa memasukkan prestasi lomba, artikelnya yang banyak dapat pujian atau artikel hasil kerja sama dengan brand ternama.

Aku sendiri belum punya portofolio. Terkadang ada rasa segan dan masih merasa kurang pantas untuk menampilkan prestasi atau pencapaian besar versiku. Namun aku juga ingin menjual diri dimana salah satu caranya dengan membuat portofolio.

Dalam buku berjudul 8 Ways Sell Your Self karya Tony Sardjono disebutkan berbagai manfaat memiliki portofolio. Oh ya dalam buku ini portofolio didefinisikan sebagai halaman karir atau koleksi dokumen yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan karir, hasil karya dan prestasi.

Isi portofolio terdiri dari karakteristik pribadi, pengalaman, kumpulan hasil karya, prestasi yang berhasil dicapai, dan kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian isi yang ada dalam portofolio memberikan gambaran tentang kapabilitas yang Kalian miliki.

Dengan memiliki portofolio Kalian akan memiliki gambaran diri kreatif dan utuh. Kalian bebas mencitrakan diri dengan sebaik mungkin. Apakah Kalian ingin terlihat sebagai penulis atau desainer maka bisa Kalian susun karya yang benar-benar mewakili Kalian.

Portofolio juga dapat menjadi alat berkomunikasi tentang diri, kemampuan dan potensi dimiliki. Dokumen ini juga dapat menjadi penghubung antara pencari kerja dan pihak yang memerlukan keahlian tertentu. Misalnya Kalian memiliki pengalaman sebagai konsultan TI. Maka Kalian cukup menyebutkan proyek yang pernah ditangani atau problem dan solusi yang dberikan.

Oh ya portofolio ini bisa berupa lembaran kertas. Oleh karena saat ini era digital maka portofolio juga bisa berupa CD atau halaman dalam portal Kalian.

Yuk mulai kumpulkan karya terbaik dan prestasi Kalian. Siapa tahu ada perusahaan atau klien besar yang tertarik dengan hasil karya dan menjadikan Kalian sebagai partner mereka.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 12, 2018.

2 Tanggapan to “Jual Diri Lewat Portofolio”

  1. Membaca tulisan ini membuat saya mau menyusun kembali portfolio yang saya miliki ke halaman blog saya.

    Thanks for writing this post. 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: