“Castle of Glass” Linkin’ Park Tentang Duka Melekat

Ketika seseorang atau sesuatu yang Kamu sayangi meninggalkanmu, apakah luka itu tetap tersimpan dan menghantuimu? Luka karena kehilangan tergambar dalam lagu bertajuk Castle of Glass yang dilucurkan Linkin’ Park tahun 2012.

Setelah album a Thousand Suns, aku merasa agak enggan mengikuti lagu-lagu Linkin’ Park. Mungkin karena aku sudah telanjur jatuh hati dengan gaya bernyanyi dan musik Linkin’ Park pada album-album awal sehingga ketika mereka berubah, aku merasa kurang cocok.

Perubahan gaya bermusik bagi sebuah band sebenarnya sah-sah saja. Bisa jadi mereka jenuh dengan formula yang sama dan ingin bereksplorasi, keluar dari zona nyaman. Memang taruhannya besar, penggemar bisa meninggalkan mereka. Namun, sejak album ketiga Minutes to Midnight dan album keempat, a Thousand Suns, Linkin Park mulai mencoba bereksplorasi. Tidak semua fansnya setuju dengan perubahan itu. Aku sendiri juga demikian, pada album a Thousand Suns aku hanya menyukai lagu Waiting for The End.

Akhirnya aku ‘berani’ juga mendengarkan album kelima Linkin Park yang bertitel Living Things ini. Baru lagu Castle of Glass saja yang kudengarkan. Mungkin ke depan aku akan menjelajah sebelas album lainnya.

Lagu ini lebih balada dan lebih lembut. Gaya bernyanyi kedua vokalis, Mike Shinoda dan Chester Bennington berbeda dengan biasanya. Kali ini lead berada di tampuk Mike Shinoda.

Dinamika lagunya kurang terasa, cenderung datar. Video klipnya dan pesan dalam liriknya yang lumayan bagus.

Dalam video klipnya digambarkan seorang anak laki-laki merasa sedih sekaligus marah ketika seseorang mengabarkan kepergian ayahnya. Ia merasa tak terima dan luka itu masih menganga dalam dirinya.

Seiring dengan kedewasaannya, ia mengikuti jejak ayahnya, menjadi tentara. Kejadian itu berulang. Ia mengabarkan gugurnya rekannya ke seorang anak perempuan.

Luka hati memang sulit disembuhkan. Biasanya hanya tertelan oleh waktu dan kesibukan.

Wash the sorrow from off my skin
Show me how to be whole again
‘Cause I’m only a crack
in this castle of glass

Yang menarik dari video klip ini ada kutipan di bagian akhir dari Sir Winston Churcill. Semua peristiwa besar, semua hal besar sebenarnya sederhana dan dapat diekspresikan dalam kata sederhana: kebebasan, keadilan, kehormatan, tanggung jawab, belas kasih, dan harapan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 14, 2018.

7 Tanggapan to ““Castle of Glass” Linkin’ Park Tentang Duka Melekat”

  1. likin’ park . . . hmmm terimakasih inspirasinya (jempol)

  2. Dibanding A Thousand Suns, saya lebih banyak suka lagu-lagu di Living Thing sih.
    Btw Castle Of Glass lagu yang bikin baper banget, suka pas bagian chorus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: