“Deadpool 2”: Satire dan Sadis

“So Dark. Are you sure you’re not from the DC Universe?”

Dialog antara Wade Wilson alias Deadpool (Ryan Reynolds) ketika berhadapan dengan Cable (Josh Brolin) ini membuat tertawa. Kalimat ini seolah-olah memperjelas dikotomi antara film-film produksi Marvel dan DC Comics.

Memang jika melihat tone film-film Marvel, apalagi saat ini, dan kemudian dibandingkan dengan superhero ala DC Comics maka terasa bedanya. Marvel saat ini makin banyak porsi bercandanya. Sedangkan DC Comics masih mempertahankan nuansa kelamnya, seolah-olah dunia sudah tanpa harapan. Ya,meski DC Comics akhir-akhir ini mulai mencoba memberikan bumbu humor, seperti dalam Justice League.

Oke, akhirnya aku mendapat kesempatan menuliskan ulasan film ini meskipun sudah lebih dari seminggu lalu aku menontonnya. Yang berkesan dari film sekuel Deadpool ini dua kata, satire dan sadis. ‘Satire’-nya membuatku nyengir apalagi banyak menggunakan referensi ikon pop dan bagian-bagian ‘sadis’ nya membuatku bergidik menyipitkan mata.

Film ini secara singkat menggambarkan perubahan pada sikap Deadpool. Sedikit sih dan itupun dipicu oleh hal yang sangat penting dalam kehidupannya.

Digambarkan di awal Deadpool hendak melakukan perbuatan konyol. Ia hendak bunuh diri dengan meledakkan dirinya. Rupanya ada sesuatu yang memicu dirinya berbuat hal di luar nalar tersebut.

Tersebutlah Deadpool bersenang-senang dengan kehidupannya dalam upayanya membasmi orang-orang jahat. Apabila X-Men mengedepankan cara-cara yang lebih halus dan menghindarkan membunuh, tidak demikian dengan Deadpool. Ia nampak menikmatinya. Hingga suatu ketika seorang pimpinan kriminal membunuh kekasihnya, Vanesha Carlysle (Morena Baccarin,).

Kepergian orang yang disayanginya membuat keinginannya untuk melanjutkan hidup pun sirna. Aksi bunuh dirinya gagal. Ia kemudian diselamatkan Colossus (Stefan Kapicic) dan diberi kesempatan kedua untuk bergabung dengan X-Men. Sayangnya Deadpool dianggap menyia-nyiakan kesempatannya ketika malah bertindak ceroboh dalam menangani remaja mutan, Firefist/Russell Collins (Julian Dennison) yang mengamuk. Keduanya, Deadpool dan Firefist pun ditempatkan di penjara mutan. Kalung di leher memadamkan kekuatan para mutan yang terpenjara di sana.

Konflik pun terjadi ketika seorang manusia masa depan hadir. Ia adalah Cable. Ia memiliki misi untuk membunuh Firefist. Deadpool pun kemudian melindunginya. Tapi Cable tak menyerah. Untuk menghadapi Cable maka Deadpool pun mengumpulkan pasukan yang diberinya nama X-Force. Namun ancaman rupanya bukan hanya dari Cable, ada mutan lainnya yang juga super kuat.

Jalan ceritanya sebenarnya sederhana. Yang bikin film ini menarik adalah ulah Deadpool yang seenaknya, candaannya, dan juga orang-orang di sekelilingnya. Film ini lebih baik daripada yang kuprediksikan. Minusnya unsur sadisnya di beberapa adegan membuatku mual. Rasanya tidak cukup 17 tahun ke atas, film ini cocoknya 21 tahun ke atas. Unsur sadisnya jauh di atas film”Iseng” yang unsur sadisnya disamarkan. Di dalam film Deadpool 2 malah unsur sadisnya seolah-olah sengaja dipertontonkan dan bagian dari lawakan.

Oke seandainya Kalian belum menonton film ini maka kuperingatkan, berhentilah membaca sampai sini. Sampai bertemu di artikel berikutnya hahaha.

Bagi yang sudah menonton, yuk ngomongin apa saja, termasuk yang mengandung spoiler.

Okelah filmnya tidak terlalu buruk. Aku mulai dari tokoh-tokoh X-Men dulu. Di sini ditampilkan tokoh X-Men yang juga muncul di film Deadpool sebelumnya, yaitu Colossus dan Negasonic Teenage Warhead (Brianna Hildebrand). Colossus di Deadpool sebenarnya sama dengan Colossus pada era X-Men hingga X-Men: Days of Future Past, tapi penampilannya berbeda. Colossus di film lama hanya berbadan tinggi besar dan sangat kuat, ketika tubuhnya berlapis baja organik maka kekuatannya pun meningkat. Sedangkan Colossus di Deadpool tubuhnya sehari-hari berlapis metal.

Selain mereka juga ada Yukio, seorang mutan ninja, yang sebelumnya muncul di Wolverine 2 dan diperankan oleh orang yang berbeda. Firefist memiliki kekuatan api seperti Piro. Kemudian juga ada Juggernaut, mutan yang sangat kuat dalam hal fisik. Ia juga pernah muncul di X-Men: The Last Stand.

Cerita Deadpool ini melibatkan time travel. Kalau aku melihatnya seperti Dragon Ball dengan Cable bak Thrunk, anak Bulma dan Vegeta. Adanya alat untuk time travel ini membuat Deadpool berencana memperbaiki timeline yang kacau, terutama kehadiran Deadpool sebagai lawan Wolverine di film solo Wolverine.

Timeline memang jadi masalah dalam rangkaian film X-Men dan kekonsistesiannya dengan film sebelumnya atau dengan yang ada di komik. Sebenarnya kapan sih kejadian di Deadpool 2 ini? Soalnya ada penampakan Wolverine tewas dimana Logan meninggal pada sekitar 2028. Lalu ada cameo para tokoh X-Men muda seperti Jane Grey dll di salah satu ruangan X-Men Mansion. Apakah ini promosi terselubung film X-Men berikutnya, Dark Phoenix? Ulasan lengkap timeline X-Men dan Deadpool 2 ada di sini.

Tentang soundtrack sudah kubahas di artikel ini. Komandan musik Deadpool 2 dialihkan ke Tyler Bates setelah sebelumnya di tangan Junkie XL. Tyler Bates ini memiliki hubungan dengan si sutradara, David Leitch, yaitu sama-sama berkaitan dengan film John Wick.

Untuk referensi bercandaan, ada banyak ikon pop, seperti film-film populer. Yang jadi sindiran adalah Batman dan Superman yang melakukan rekonsiliasi hanya nama ibunya sama, film John Wick yang berawal dari anjingnya yang terbunuh, film Frozen yang salah satu lagu populernya mirip dengan sebuah lagu lawas. Masih banyak referensi lainnya yang bikin tertawa geli. Lumayan sih tapi sadisnya agak kurang tahan.

Detail Film:
Judul : Deadpool 2
Sutradara : David Leitch
Pemeran : Ryan Reynolds, Morena Baccarin, Josh Brolin, Ryan Reynolds, Morena Baccarin, Julian Dennison, Zazie Beetz, T. J. Miller, Brianna Hildebrand, Jack Kesy
Genre : Laga, komedi
Skor : 7/10
Gambar: iMDB

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 27, 2018.

4 Tanggapan to ““Deadpool 2”: Satire dan Sadis”

  1. waktu nonton banyak yg gak bener2 “ketawa” sama jokesnya.
    padahal banyak referensi “pop culture” di situ.
    salah satunya waktu nyebut “Martha”
    yg ketawa cuma sedikit. 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: