Asian Games 2018 Peluang Mengamalkan Nilai-nilai Kebaikan Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara yang ramah dan bersahabat. Nilai-nilai kebaikan ini banyak dipuji-puji oleh negara lain. Tapi apakah sifat-sifat mendasar bangsa Indonesia seperti ramah, bersahabat, dan gotong-royong ini masih dilestarikan oleh warganya hingga sekarang? Peluang dan tantangan mengamalkan nilai-nilai kebaikan ini ada dalam pelaksanaan Asian Games 2018 dengan Indonesia sebagai tuan rumah.

Omong-omong tentang Asian Games ke-18 kemarin menurutku adalah salah satu hari yang istimewa. Awalnya aku ragu untuk datang ke ajang Final Pencak Silat hari terakhir yang diadakan Rabu (29/8). Ketika ada keinginan untuk menyaksikannya secara langsung, eh tiket sudah habis pada hari Rabu. Namun, tiba-tiba ada bantuan datang dari kawan-kawan. Mereka mengabariku masih ada tiket. Aku bergegas menyelesaikan pekerjaan. Siangnya aku segera menuju Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah. Senangnya,aku masih bisa menyaksikan tiga partai final.

Acara final Pencak Silat kemarin begitu penuh sesak. Suasananya lebih semarak dibandingkan waktu aku kali pertama ke pertandingan perempat final.

Pada saat memasuki kompleks Padepokan Pencak Silat TMII, aku melihat penonton bukan hanya warga Indonesia, namun juga warga asing yang ingin menyaksikan pertandingan. Ada juga yang merupakan suporter dari negara yang menjadi lawan atler Indonesia. Para panitia Asian Games 2018 menyambut mereka dengan ramah dan meminta untuk meletakkan tas ke mesin deteksi terlebih dahulu untuk masalah keamanan.

Ada beberapa panitia yang disebar di kompleks Padepokan Silat tersebut untuk berjaga-jaga jika ada penonton lokal dan dari mancanegara yang ingin bertanya tentang lokasi, tiket dan sebagainya. Mereka berupaya menjelaskan secara seksama agar jawaban mereka benar-benar membantu dan menyelesaikan masalah.

Para penonton warga lokal dan mancanegara berbaur nobar di Pendopo Padepokan Pencak Silat TMII

Oleh karena tiket sudah habis, banyak penonton dari mancanegara dan warga lokal yang kecewa. Namun, panitia sigap. Mereka mengubah sebuah pendopo luas yang biasa digunakan sebagai latihan menjadi lokasi nonton bareng. Ada layar besar di sana yang menampilkan acara dan pertandingan di dalam area gedung. Para penonton baik dari penonton lokal maupun mancanegara pun duduk dengan tertib dan berbaur. Tempat ini tak lama pun juga penuh. Penonton benar-benar berlimpah kemarin. Mereka juga tertib menjaga kebersihan, termasuk membuang air kemasan di tempatnya.

Aku pun tiba di pintu masuk. Petugas memintaku menunjukkan tiket masuk untuk diperiksa barcode-nya. Sama dengan petugas di bagian depan mereka juga berupaya membantu para penonton dari manapun. Ketika tamu VVIP datang, mereka meminta penonton untuk bersabar menunggu rombongan tersebut masuk dengan sopan.

Penonton dari negara asing juga dilayani dengan ramah

Wow di dalam penuh banget. Aku duduk di mana ya. Sesak marak. Aku melihat ada bangku kosong di sebelah penonton perempuan. Aku pun segera duduk dan langsung menyatu dengan atmosfer tersebut.

Inilah yang membuatku terhanyut ketika menonton pertandingan langsung. Atmosfernya luar biasa. Penonton tak letih bersorak-sorai. Mereka memberikan dukungan kepada atlet-atlet Indonesia dengan tulus sukacita. Yel-yel ‘Indonesia’ dengan latar tabuhan drum membahana. Menyusul lagu-lagu pemberi semangat.

Wow ramainya

Penonton mendukung atlet Indonesia tanpa menjelek-jelekkan atlet lawan

Tidak semua penonton dari Jakarta, ada yang dari luar kota dan jauh-jauh datang ingin mendukung atlet kebanggaan Indonesia. Ada pula warga asing yang juga mendukung atlet Indonesia. Kalau melihat kapasitas bangku penonton di gedung pertandingan ini bisa jadi penonton lebih dari empat ribu. Luar biasa. Untuk masalah kekompakan, warga Indonesia patut diacungi jempol.

Acara diawali dengan penganugerahan medali untuk dua sesi nomor sebelumnya. Para pemenangnya dua si antaranya dari Vietnam. Penonton memberi apresiasi dengan bertepuk tangan ketika atlet dari Vietnam mendapatkan medali emas. Penonton juga ikut berdiri sebagai bentuk penghormatan ketika lagu nasional mereka dikumandangkan. Ini adalah momen berharga bagi atlet Vietnam yang telah berhasil raih penghargaan dan sebagai tuan rumah yang baik maka perlu memberikan apresiasi dan penghormatan.

Official asing juga dilayani dengan ramah oleh suporter Indonesia ketika bertanya

Negara lain dapat medali tetap perlu diapresiasi dengan tepuk tangan

Suporter Indonesia berdiri bersiap untuk memberikan penghargaan atas pengibaran bendera Vietnam yang dapat medali emas

Pada pertandingan berikutnya, lawan atlet Indonesia tak mudah. Sebagian besar penonton berupaya sportif. Tidak menjelek-jelekkan dan menjatuhkan mental lawan. Masing-masing atlet berlaga dengan penuh semangat. Penonton merasa tegang pada partai kedua ketika nilai Hanif banyak dikurangi karena dianggap bentuk pelanggaran. Ketika kemudian menang tipis maka sorak-sorai pun membahana.

Menariknya pada dua pertandingan terakhir, dua atlet tersebut dari beda negara dan merupakan lawan, saling berpelukan di awal dan tiap babak. Mereka juga bersalaman di akhir pertandingan. Ketika di arena mereka merupakan lawan, tapi usai pertandingan mereka kembali jadi kawan. Para atlet Indonesia yang menang seperti Pipiet, Wewey dan Hanifan nampak akrab dan ramah kepada lawan-lawannya yang kembali jadi kawan pada saat penganugerahan medali. Mereka meminta peraih medali lainnya berfoto saling berdekatan. Momen keakraban tersebut terpancar.

Pipiet dengan hangat mengajak dua peraih medali dari negara berbeda untuk berfoto bersama

Satu lagi yang bikin aku terharu. Aku menghormat bendera dan menyanyikan Indonesia Raya tiga kali. Kulirik atlet-atlet dan penonton mancanegara juga ikut berdiri memberikan penghormatan. Walau berbeda negara, sebagai warga besar Asia nilai-nilai saling menghargai tersebut masih tertanam. Berbeda-beda bahasa, kultur dan sebagainya tapi tetap satu Asia, inilah The Energy of Asia.

Momen olah raga adalah momen keakraban dan kehangatan.

Foto: dokumen pribadi

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 30, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: