Nonton Oshin Lagi di TVRI

Film Jepang apa yang paling populer di Indonesia? Selain Doraemon, film dari negeri sakura yang paling terkenal adalah Oshin. Film ini mengisahkan perjuangan seorang perempuan yang menjalani hidupnya dengan keras hingga kemudian menjadi perempuan yang sukses. Film ini kembali diputar di TVRI setiap Sabtu pukul 19.00 WIB.

Aku tidak begitu ingat tentang cerita Oshin, aku baru menontonnya kala itu ketika Oshin sudah dewasa dan menikah. Dulu seingatku film ini diputar tahun 90-an. Ibu dan nenekku yang paling suka menontonnya karena orang tua masa itu suka sekali film-film drama yang penuh penderitaan dan perjuangan untuk hidup. Film Oshin sendiri sebenarnya film lawas yang diputar NHK di Jepang tahun 1983-1984.

Menemani film Little House on The Prairie yang juga diputar kembali, Oshin tayang lebih awal, yakni pukul 19.00-20.00 setiap Sabtu. Ceritanya dimulai sejak Oshin masih kecil.

Cerita ini berlatar pada masa Meiji. Pada masa itu terjadi peralihan antara Jepang tradisional ke era modern. Tidak ada lagi shogun dan samurai. Jepang mulai berkiblat ke Barat yang dianggap lebih modern. Pendidikan pun mulai digalakkan meskipun masih banyak petani miskin yang lebih memilih anak-anaknya bekerja daripada menyekolahkan mereka.

Oshin adalah salah satu anak perempuan dari keluarga petani miskin. Oleh karena anaknya banyak dan mereka tidak punya banyak uang, maka ayah Oshin memilih untuk mengirimnya bekerja.

Oshin yang masih belia, baru berusia tujuh tahun, harus berpisah dengan ibu dan nenek yang disayanginya untuk bekerja di tempat yang jauh. Ia menjadi pengasuh bayi bernama Takeshi. Tugasnya termasuk berat untuk ukuran anak usia tujuh tahun. Ia mengasuh bayi, mencuci popoknya dan melakukan pekerjaan lainnya.

Yang membuat hidup Oshin makin berat, kepala pelayan tidak menyukainya. Ia suka berkata kasar kepadanya dengan alasan hal tersebut akan mendidik Oshin. Namun ada salah seorang pekerja laki-laki yang merasa kasihan dan menghiburnya. Ia seolah-olah menganggap Oshin sebagai adiknya.

Suatu ketika Oshin mengintip sekolah. Ia ingin belajar. Tak disangka aksinya ketahuan dan ia ketakutan ketika guru tersebut menghadap tuannya. Ia takut dimarahi.

Rupanya sang guru bukannya mengadukannya. Ia meminta ijin agar tuannya memperbolehkan Oshin untuk belajar sambil mengasuh bayi. Tak disangka tuannya mengijinkannya dan ini membuat Oshin gembira.

Namun, Oshin tak serta-merta bisa belajar dengan mudah. Kepala pelayan mengancamnya tak memberinya makan siang jika ia masih bersikeras untuk belajar. Oshin menerimanya, ia ingin belajar.

Selama sebulan Oshin dengan tabah menjalani kesehariannya. Ia bekerja dan bersekolah tanpa ada makan siang. Ia tak mengeluh sama sekali. Gurunya yang kasihan kadang-kadang membawakannya kentang rebus dan menyemangatinya.

Sayangnya lama-kelamaan teman-temannya keberatan dengan Oshin dan bayi yang diasuhnya. Si bayi memang kadang sulit untuk diam dan Oshin kadang-kadang harus membersihkan si bayi ketika buang air. Mereka mengancam melukai Takeshi jika Oshin tetap bersekolah. Oshin dengan sedih memutuskan berhenti.

Kepala pelayan tetap tak suka akan Oshin. Ia menuduh Oshin mencuri uangnya dan mencuci ulang baju saat musim dingin. Oshin yang tak tahan dengan perlakuan tersebut pun memutuskan tak kembali ke keluarga tersebut. Ia menerjang badai musim dingin untuk pulang ke keluarganya.

Hiks ceritanya sedih. Kasihan si Oshin. Ia sungguh bocah yang tabah. Ia tak menangis ketika tak mendapatkan makan siang dan mau berlutut agar kawan-kawannya tak memukuli Takeshi. Ia baru menangis ketika dituduh mencuri dan uang pemberian neneknya diambil.

Aku baru benar-benar menonton Oshin hari ini. Sebelumnya aku hanya menontonnya sekilas. Cerita Oshin masih enak dinikmati dan relevan hingga saat ini. Film ini kaya pesan moral seperti menyayangi keluarga dan mau berkorban, belajar dengan rajin dan penuh semangat, serta kemauan untuk bekerja keras.

Serial Oshin ini 297 episode dengan tiap-tiap episode 15 menit. Oleh karena di TVRI tayang satu jam (plus iklan) maka bisa jadi episodenya menjadi lebih pendek yakni sekitar 75-80 episode. Wah kalau dibagi 1 tahun atau 52 minggu, Oshin baru tamat sekitar 1,5 tahun ke depan. Fuiih.

Oh ya kisah Oshin ini terinspirasi dari kisah seorang perempuan sukses bernama Kazuo Wada. Ia perempuan yang sukses dengan usaha jaringan supermarketnya.

Berkat kesuksesan serialnya, Oshin juga dibuat versi anime dan film layar lebarnya. Film layar lebar Oshin dirilis tahun 2013 dengan lebih menitikberatkan kehidupan Oshin saat masih kecil.

Gambar dari NHK, imdb dan Oshinwiki

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 20, 2018.

2 Tanggapan to “Nonton Oshin Lagi di TVRI”

  1. Oh terinspirasi ya kukira kisah nyata…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: