Eksplorasi Wisata Sumedang Terganjal oleh Kondisi Jalan

Liburan kemarin kami habiskan ke tempat asal kakek dari garis ayah. Ya, kami berdua memutuskan berlibur ke Sumedang. Ada banyak rencana tujuan wisata ke daerah ini. Sayangnya banyak yang kemudian tak terealisasi mengingat kondisi infrastrukturnya, terutama jalan.

Sebelum menuju tempat ini kami melakukan browsing sana-sini untuk memutuskan tempat-tempat yang kami kunjungi. Kami belum pernah mengeksplorasi Sumedang. Dulu aku hanya pernah numpang lewat ke Jatinangor, tapi kota sekelilingnya belum pernah kukunjungi.

Ketika aku menuju ke kawasan ini, ayahku berpesan agar aku menambah wawasan akan sejarah nenek moyang. Hahaha kalau itu sih aku paham karena aku suka sejarah.

Aku terkejut ketika mengetahui kondisi jalan Sumedang yang sebagian besar tak lebar dan begitu sarat akan kendaraan. Kemacetan banyak terjadi di berbagai ruas jalan.

Kota asalku, Malang, juga saat ini mengalami hal yang sama karena kota ini semakin populer akan pariwisata. Banyak mobil dari luar daerah, dan hari-hari biasa meskipun macet tapi juga tak separah seperti yang kulihat di Sumedang.

Wow, kendaraan pribadi begitu memenuhi jalanan. Angkutannya sih tetap ada dan kulihat tetap banyak mengangkut penumpang. Melihat kemacetan ini agak menyurutkanku untuk sering-sering keluar dengan kendaraan. Tapi untunglah penginapanku terintegrasi dengan pusat perbelanjaan, tempat makan, dan bioskop. Cuma aku jadi agak susah mencari kuliner yang khas daerah ini.

Jalanan kotanya cukup macet. Alhasil untuk wisata kota kupusatkan di berbagai destinasi budaya seperti Monumen Endog, Alun-Alun, Masjid Agung, dan Museum Geusan Ulun.

Kami kemudian menuju wisata alam. Tujuan awal kami ke Kampoeng Wisata Ciherang.

Jalan menuju luar kota juga sempit dan dua arah. Kami berhati-hati melaju, sementara mobil dari lawan arah tetap percaya diri melaju kencang. Ketika sekitar enam kilometer dari tempat tujuan, kami mulai was-was karena jalanan makin menyempit. Kadang-kadang cukup dua mobil, selebihnya hanya muat satu mobil. Duh deg-degannya.

Pasangan nampak cemas mengemudikan kendaraan. Ia kuatir berpapasan dengan roda empat dari lawan arah. Jika itu terjadi entah apa yang terjadi, karena memutar arah juga tak memungkinkan.

Pulangnya kami mengambil rute lain. Jalannya lebih lebar tapi banyak jalan yang rusak. Di beberapa tempat kulihat mulai ada pembangunan tol sehingga berlaku buka tutup jalan.

Ketika menuju sebuah curug, jalanannya juga sempit, curam dan masih berupa tanah. Wah kalau seperti ini mending menyewa roda dua. Untunglah kami terhibur oleh banyak pemandangan indah sawah, bukit, dan pegunungan sehingga kami tidak begitu kesal akan kondisi jalan.

Saat ini kulihat Sumedang memiliki banyak proyek jalan tol. Perbaikan jalan ini memang penting, bukan hanya untuk urusan wisata,tapi juga memperlancar laju perekonomian. Dengan jalan yang bagus maka hasil bumi akan lebih mudah dan cepat dikirimkan. Demikian pula dengan perpindahan barang dan orang lainnya.

Kalau kesini lagi mudah-mudahan kondisi jalan di Sumedang dan transportasi umumnya jauh lebih baik. Siapa tahu rute kereta ke Sumedang difungsikan lagi.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 11, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: