Revolusi Industri 5.0 yang Lebih Humanis

Ketika masih banyak pengusaha, pejabat perusahaan ataupun aparat pemerintah yang masih was-was akan keberlangsungan revolusi industri 4.0, negara lainnya telah mulai menikmati manisnya revolusi industri 5.0. Dalam tahapan ini teknologi tak lagi dianggap ancaman, namun teknologi bisa membantu memudahkan manusia ketika beraktivitas dan memberikan solusi atas masalahnya.

Kabar akan revolusi industri 5.0 ini sebenarnya telah mulai ramai dibahas pada Desember silam. Negara pelopor revolusi industri ini bisa ditebak. Ia pastinya negara yang menyukai terobosan dan tak bosan berinovasi. Ia adalah negeri matahari terbit.

Revolusi industri ini mulai hadir. Ia memiliki sifat yang lebih humanis. Kolaborasi dengan manusia sebagai pengguna akan ditonjolkan dalam tahapan revolusi industri ini. Alhasil teknologi tak perlu dicemaskan berlebihan, namun bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Kalian tentu pernah melihat film animasi atau tayangan video yang menunjukkan perkembangan teknologi artificial intelligence alias kecerdasan buatan yang makin banyak digunakan di banyak sektor, termasuk di bidang internet of things. Ya, bidang IOT akan semakin maju dan berkembang. Kota cerdas, rumah cerdas teknologinya akan semakin berkembang pesat. Big data akan semakin banyak diterapkan di berbagai sektor.

Namun bedanya dengan era sebelumnya yang lebih berfokus pada jasa dan produk, maka revolusi industri 5.0 akan lebih berfokus untuk membantu manusia beraktivitas. Manusia akan lebih mudah dan mendapatkan solusi atas permasalahannya dengan adanya perkembangan teknologi ini.

Apa sih contohnya? Mungkin Kalian sudah mulai sering menggunakan aplikasi bantuan lewat suara yang ada di ponsel Kalian. Nantinya ia akan makin cerdas dan ibarat sahabat Kalian.

Jika Kalian pernah melihat video robot yang bertugas sebagai perawat atau membantu membangun gedung maka ke depan bisa jadi akan semakin banyak robot-robot tersebut. Bisa jadi juga ada drone pengantar barang dan sebagainya. Masalah banjir, kelangkaan pangan, peringatan dini tsunami, wabah, dan sebagainya akan mendapatkan bantuan solusi dari teknologi digital yang terus berkembang.

Tapi itu kan di Jepang dan negara di Eropa yang relatif tidak banyak tenaga kerjanya dibandingkan di Indonesia? Bagaimana jika tugas manusia digantikan dengan robot? Lantas bagaimana dengan masalah privasi? Apakah ke depan privasi sudah bukan lagi masalah karena kita seolah-olah ‘dipaksa’ membuka diri kita agar dapat menggunakan sebuah aplikasi.

Ya masih ada tanda tanya dan rasa ingin tahu yang besar seperti apakah revolusi industri 5.0. Jika melihat gagasannya untuk berkolaborasi antara teknologi dan manusia sepertinya menjanjikan ke arah yang pastinya lebih positif.  Siapa tahu dengan teknologi AI dan big data maka Indonesia tak lagi pusing urusan pangan karena gagal panen. Siapa tahu pengeluaran biaya berobat lebih rendah karena penyakit cepat terdeteksi dan cepat diobati dan sebagainya. Aktivitas penambangan yang berbahaya bagi manusia juga suatu ketika bisa dilakukan oleh robot.

Teknologi memang memiliki dua sisi. Namun jika kita fokus pada kelebihannya dengan tetap waspada akan ancaman di dalamnya maka teknologi akan banyak bermanfaat bagi kehidupan.

Yuk sambut revolusi industri 5.0 alias Society 5.0😀

Gambar dari Japan Gov

~ oleh dewipuspasari pada Februari 27, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: