Tempat Berbuka Favoritmu Dimana?

Omong-omong tentang tempat berbuka favorit sebenarnya aku tak neko-neko. Aku lebih suka berbuka puasa di rumah dan rumah orang tua di Malang. Ada banyak alasannya. Bagaimana denganmu?

Berbuka puasa sering dijadikan momen untuk kumpul-kumpul. Baik kumpul dengan keluarga inti, kerabat, maupun bersama sahabat dan teman-teman sejawat.

Jika tidak ada acara kumpul-kumpul, aku lebih suka berbuka puasa di rumah. Aku orangnya sederhana. Tidak perlu wah, makan yang serba enak dan mahal untuk berbuka puasa. Cukup air minum apa saja dan makanan yang menggugah selera seperti sambal dan telur ceplok saja rasanya sudah enak.

Adapun alasannya lebih nyaman berbuka puasa di rumah karena bisa lebih santai dan nyaman. Biasanya kesulitannya saat berbuka puasa di luar adalah jalan mejuju ke sananya yang macet, tempat parkir yang penuh, dan belum tentu dapat tempat duduk karena pada saat jam berbuka puasa restoran-restoran khususnya yang di pusat perbelanjaan rata-rata penuh. Jalan menuju ke sana juga padat. Khususnya saat akhir pekan.

Selain itu, biasanya aku kesulitan dalam melakukan ibadah sholat Maghrib karena tempatnya sempit dan antrinya panjang. Aku pernah buka bersama di sebuah mal yang musholanya tidak begitu besar. Wudlunya antri, masuk ke dalam musholanya antri, dan sholatnya harus bergegas karena yang antri di belakangku juga banyak. Belum lagi jika tidak bawa mukena, wah bisa lebih parah lagi menunggunya.

Jika buka puasa di rumah maka bisa makan takjil dulu baru sholat Maghrib. Baru setelahnya dilanjut makan besar dengan santai. Setelah itu bisa langsung mengikuti sholat Isya dan Tarawih di masjid dekat rumah.

Tempat Makan yang Nyaman untuk Berbuka

Apabila kami bosan berbuka puasa di rumah, biasanya kami juga mencari tempat makan yang nyaman. Kami membuat strategi dengan berbuka puasa dengan takjil dan sholat Maghrib dulu baru berangkat ke tempat makan tersebut. Atau cara lain mencari tempat makan yang tempat sholatnya lumayan besar.

Salah satunya di RN Ciganea yang ada di Kemayoran. Di sini menu makannya khas masakan rumahan. Ia menyediakan masakan khas Sunda dengan lalapan, ikan asin, sayur asem, sambal, dan ayam goreng ciganea yang berwarna kuning dan tidak begitu garing. Rasa ayam gorengnya khas dan enak.

Selain tempatnya yang lapang, di sini juga ada mushola dengan tempat wudlu. Antriannya tidak begitu panjang sehingga bisa makan dan tetap beribadah dengan nyaman.

Kalau Kalian lebih suka berbuka puasa dimana?

Hasil gambar untuk ayam goreng ciganea

Gambar bawah: food detik

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 7, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: