Roti Jadul Tan Ek Tjoan

Ketika memandangi roti-roti jadul yang bertekstur agak kasar dan padat, ingatanku melayang ke masa-masa ketika aku masih magang di Toyota. Biasanya matahari sudah mulai meredup ketika aku tiba di Senen, untuk berganti angkutan. Kadang-kadang aku suka membeli roti manis atau roti tawar di penjual roti gerobak. Rotinya padat dan mengenyangkan.

Sepertinya pada masa-masa ada banyak pedagang roti gerobak. Tidak hanya satu merk dan mereka tersebar. Sudah ada sejak di kawasan Senen, Gondangdia, hingga Cikini. Kini aku hanya sering menjumpainya sejak dari stasiun Gondangdia hingga Cikini. Ada satu merk yang bertahan. Tan Ek Tjoan.

Yang paling laris adalah jenis roti cokelat padat. Rasanya perpaduan gula merah dan kayu manis. Teksturnya kasar dan satu buah roti bisa kenyang hingga beberapa jam. Namanya roti gambang. Jika dimakan terasa meleleh di lidah.

Ada berbagai varian lainnya. Ada rasa mocca dan juga rasa cokelat. Ada pula jenis roti yang lebih empuk. Bernama roti bimbam.

Roti-roti ini sudah ada sejak tahun 1921. Awalnya dari Bogor, sebelum kemudian juga muncul di Jakarta pada tahun 1950-an.

Toko kuenya di Cikini sudah tidak ada, hanya berupa gerobag-gerobag penjual. Sedangkan toko kue yang masih eksis di Bogor dan Ciputat.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 20, 2019.

2 Tanggapan to “Roti Jadul Tan Ek Tjoan”

  1. Wah sy malah baru tahu nih ada roti tan ek tjoan šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: