Perempuan dan Kisah Kucing Nero

Suatu ketika si pemilik Nero bersama adik-adiknya merasa kesal. Ia frustasi melihat ulah kucing-kucingnya yang suka membuat berantakan rumah. Mereka hanya suka bermain, makan, dan tidur. Tidak pernah lagi mereka menangkap tikus atau menakut-nakuti kecoa. Mereka hanya suka bermain dan bersantai.

Ya bagaimana tidak kesal jika ketika tiba di rumah, malah harus bersih-bersih dan mengepel rumah lagi. Mereka kadang-kadang menyusup ke dalam rumah atau tak mau dikeluarkan saat si tuan hendak berangkat kerja.

Saat berangkat kerja juga sama frustasinya. Mereka minta makan. Empat eh lima sekaligus. Si Kidut, yang paling kecil, yang paling nyaring dan paling berisik suaranya, seperti burung pipit. Kemudian satu-persatu pun mereka dikeluarkan agar mereka berolah raga dan terkena sinar matahari. Tapi bukannya senang bermain di luar, mereka lebih suka tiduran di dalam rumah dengan kipas angin. Nyaman dan adem kata mereka. Satu berhasil dikeluarkan lainnya masuk lagi ke dalam. Kucing-kucingan eh ini kucing beneran.

Bukannya istirahat, ketika pulang bekerja, malah bekerja lagi beres-beres rumah. Apalagi mereka kucing yang selalu lapar. Mereka menyambut di depan pagar dan meminta disuapi. Lapar lapar cepatlah memasak buat kami.

Yang membuat pemilik rumah kemudian merasa kelu si induk memperkenalkan anaknya. Busyet tanggungan baru nih. Memangnya rumah ini panti asuhan kucing.

Ya demikianlah hingga suatu ketika si tuan merasa lelah dengan Nero dan adik-adiknya. Ia ingin membuat Nero mandiri dan mau bekerja keras. Ia pun berniat membawa Nero dan saudara saudarinya ke tempat magang kucing. Ke sekolah pelatihan kucing.

Ia melihat ada lowongan buat kucing penjual ikan, kucing pembelanja, aktris kucing, dan kucing-kucing debt collector. Mereka, Nero dan adik-adiknya harus dilatih bekerja. Si Nero sebagai si sulung dan kucing jantan harus mencari duit dengan bekerja. Jangan lagi Nero bermalasan. Ia harus punya tanggung jawab mengurus adik-adiknya.

Si tuan pun kemudian mencari gerobak dan membuatkan tas buat tiap kucing untuk memulai program magangnya.

Bersambung…

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 4, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: