Nonton Lagi “Jumanji: Welcome To The Jungle” Sebelum Nonton Sekuelnya

Film “Jumanji (1995)” pada masanya merupakan film yang fresh. Jalan cerita, teknologi efek visual waktu itu belum umum. Sehingga tak heran penonton menganggap “Jumanji” sebagai film berkesan pada era 90-an. Ketika dibuat sekualnya pada 2017 tak banyak yang bisa diharapkan, selain pertanyaan apakah filmnya bisa memunculkan nuansa petualangan dan magis pada saat bersamaan?

“Jumanji: Welcome To The Jungle” berkisah tentang empat remaja yang menjalani hukuman. Mereka adalah Spencer, Fridge, Martha, dan Bethany. Di dalam ruangan hukuman tersebut Spencer menemukan video game dan tertarik memainkannya. Gim tersebut bernama “Jumanji” dan tiap pemain memilih karakter alias avatar. Ketika masing-masing sudah memilih keempatnya tersedot dalam video game tersebut.

Mereka muncul kembali dalam sebuah hutan lebat. Keempatnya menjadi empat orang yang berbeda sesuai dengan avatar yang dipilihnya. Spencer menjadi Dr. Smolder Bravestone (Dwayne Johnson) seorang arkeolog dan petualang yang kuat. Fridge menjadi zoologis dan sidekick Smolder Bravestone, yaitu Franklin “mouse” Finbar (Kevin Hart). Sedangkan Bethany menjadi pria yang ahli membaca peta, yaitu Profesor Sheldon Oberon (Jack Black). Yang terakhir Martha menjadi Ruby Roundhouse (Karen Gillan), seorang petarung.

Mereka bertemu dengan Nigel yang memberitahukan misi mereka. Mereka harus menyelamatkan Jumanji baru mereka bisa kembali pulang ke asal mereka. Untuk itu mereka harus mengembalikan batu yang merupakan mata arca jaguar di tempat suci yang dulunya dicuri oleh Russell van Pelt. Keempatnya harus bekerja sama karena mereka hanya punya tiga nyawa. Jika mereka kehilangan nyawa terakhir maka mereka juga tewas di dunia mereka.

Ceritanya bukan sesuatu yang baru. Hanya permainannya saja yang berbeda yaitu video game. Di awal film sebenarnya ia adalah sebuah permainan ular tangga yang entah kenapa kemudian berubah wujud menjadi video game.

Pertalian dengan film pertama tahun 1995 yaitu film ini memiliki latar sama dengan kota asal Alan Parish, karakter dalam film Jumanji lawas, yaitu di Branford, New Hampshire.

Dalam penutup film tersebut kotak permainan tersebut dibuang oleh Alan di pantai. Nah, di situlah ayah Alex menemukannya dan memberikannya ke putranya. Putranya ini pada tahun 1996 dikabarkan menghilang setelah malam-malam ia melihat permainan ini berubah menjadi video game. Di sana ia bertemu dengan Spencer dkk.

Tokoh musuh Alan dan Spencer di sini sama yaitu Pelt. Dan hewan yang juga muncul ada kesamaan yaitu ada gajah, buaya.

Dari jajaran pemain film “Jumanji” pada 2017 menurutku terselamatkan oleh Jack Black. Ia karakter yang paling menghibur dan menarik di sini. Lainnya sama dengan film genre sejenis. Ia bisa menggambarkan wanita yang terperangkap dalam tubuh seorang pria.

Dari segi visual, CGI-nya biasa saja. Cerita petualangannya tidak banyak hal yang baru. Konsep avatarnya lebih bagus “Ready Player One”.

Yang kurang bisa dicapai dalam film “Jumanji (2017)” adalah nuansa magisnya. Dulu ketika menyaksikan film “Jumanji (1995)” aku merasa takut juga takjub. Bagaimana bisa ada hewan yang muncul dari dalam permainan. Ada unsur ketegangan, keseraman, juga petualangan yang menegangkan. Hal ini kurang kudapatkan ketika menyaksikan Jumanji versi 2017. Dan juaranya menurutku tetap film klasiknya, Jumanji yang dirilis tahun 1995 dan dibintangi Robin Williams dan Kristen Dunst. Nuansa magisnya itu ruh Jumanji.

Detail Film:
Judul: Jumanji: Welcome to The Jungle
Sutradara: Jake Kasdan
Pemeran: Dwayne Johnson, Kevin Hart, Jack Black, Karen Gillan
Genre: Petualangan
Skor: 6/10
Gambar:IMDb

~ oleh dewipuspasari pada Desember 6, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: