Cerita Kucing (Lagi)

Kucing

Malam semakin larut. Aku sendiri ditemani kucingku di kamar tidur. Tidak hanya satu, ada dua kucing. Mereka bak malaikat penjagaku. Setan alas pun bakal takut.

Adalah si Kiki yang sakit sehingga kujaga. Kami saling menjaga. Ia merawat energiku dengan frekuensinya. Aku merasa aman dengannya.

Si Sam juga kucing yang pintar. Ia memijatku dengan lembut perlahan-lahan. Kadang sampai semenitan. Perutku jadi nyaman berkat pijatannya.

Kucing Sam memberiku hadiah dengan pose-pose tidurnya yang menggemaskan. Ia tahu aku suka itu karenanya ia berpose dengan maksimal agar aku tertawa. Ia menghiburku dan berhasil, setidaknya awan kelabu mulai sirna dari benak.

Aku resah tanpa tahu apa sumber masalah. Apa karena sesuatu yang terjadi kemarin, sehingga aku merasa gelisah. Aku hanya ingin hidup tenang.

Momo mengetuk pintu. Ia membawa sesuatu di mulut. Ooh aku hampir menjerit, ia membawa kecoa dengan mata tersenyum. Pintu langsung kututup. Aku jadi batal tidur.

~ oleh dewipuspasari pada April 24, 2026.

Tinggalkan komentar