Berbagi Nggak Bikin Miskin

“Ambil saja, tidak perlu diganti duit. Nggak bikin miskin,” ujarnya ketika aku menghubunginya untuk menggunakan kertas kado miliknya. Ia memang dermawan dan tak banyak perhitungan. Ia suka berbagi dan itulah salah satu hal yang membuatnya ia selalu dicintai.

Dulu aku memiliki kebiasaan sama dengannya. Mengucapkan selamat ulang tahun ke setiap orang yang kuketahui tanggal lahirnya. Bahkan seringkali aku menyiapkan kejutan dan memberinya kado.

Tapi kebiasaan itu kemudian menguap. Entah karena aku sibuk, atau mungkin karena aku mulai perhitungan. Aku jarang atau hampir tidak pernah memberitahukan tanggal ulang tahunku. Jadinya yang mengucapkan selamat ulang tahun dari dulu dan sekarang hanya orang-orang itu, lingkaran kecil pertemanan dan keluargaku.

Toh mereka juga tak pernah mengingat ulang tahunku, buat apa aku mengucapkan dan memberi mereka hadiah? Itu pikiranku saat ini.

Padahal dalam hati aku tahu, perasaan menyiapkan kejutan dan kado itu menyenangkan, seperti yang dirasakan oleh rekan seniorku itu. Ada rasa senang yang misterius. Apalagi jika ia menyukai kado kita dan merasa bahagia atas perhatian tersebut.

Dulu aku juga sering membuat kartu ucapan sendiri, menghias bungkus kadonya, dan benar-benar memastikan kado yang kuberikan kiranya bakal disukainya. Perasaan itu menyenangkan.

Alangkah senangnya saat itu aku menyiapkan pesta kejutan buat kawanku. Apalagi melihatnya kegirangan.

Melihat ulah rekan seniorku itu, aku jadi merasa tertohok. Ada sesuatu yang hilang dari diriku.

Ia rekanku yang baik dan banyak memberiku renungan tentang hal-hal yang mulai jarang kulakukan. Terutama dalam konsep berbagi. Meskipun ia nasrani, ia suka memberikan bingkisan untuk hari raya ke satpam dan para OB.

Ia juga suka memberikan kado untuk para satpam dan OB sehingga mereka juga merasa diperhatikan. Bahkan ia yang mengomandani kami untuk mengumpulkan sumbangan bagi mereka jika mereka sakit, ada yang melahirkan, atau ada anggota keluarga mereka yang meninggal. Ia mengajarkan kami agar menghargai semua pekerja di lingkungan kami dan menganggap semuanya bagian dari keluarga. Ia juga tak segan-segan merogoh tabungannya jika ada pegawai yang mendadak memerlukan dana

“Nggak bikin miskin”, itu kata-katanya yang paling populer. Prinsip hidupnya adalah berbagi dan memberi. Hal itu tidak membuat seseorang bakal jatuh miskin.

Ini sama dengan kata-kata dari penulis beken Anne Frank. Ia juga berkata bahwa seseorang tidak akan miskin dengan berbagi. Berbagi di sini bukan hanya semata materi, tapi juga kasih sayang dan pengetahuan. Ketika seseorang mengajari seseorang maka ilmunya akan semakin terasah.

Ia merasa bahagia ketika bisa membuat orang lain senang ataupun tertolong. Aku rasa aku juga sebaiknya memulai lagi kebiasaanku dulu karena memang hal tersebut sebenarnya sungguh menyenangkan.

Gambar dari pixabay dan quote.in

~ oleh dewipuspasari pada Januari 28, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: