Doa

Tak ada yang menduga bulan-bulan awal tahun tikus ini begitu buruk. Setelah banjir, kini muncul ancaman dari demam berdarah hingga virus baru. Beberapa hari ini aku sulit tidur dan merenung. Ada apa di balik ini dan itu.

Umumnya segala sesuatu ada sebab dan akibatnya. Banjir bisa jadi karena akumulasi dari banyak hal, warganya yang kurang sadar akan kebersihan, pembangunan kota yang tak berwawasan lingkungan, persiapan menyambut musim hujan yang tak sepenuhnya dilakukan dan sebagainya. Demam berdarah juga masih berhubungan erat dengan kebersihan. Tapi bagaimana dengan virus baru itu, kenapa penyebarannya begitu cepat dan meluas, itu masih jadi tanda tanya.

Karena statusnya sudah dinyatakan pandemik, maka pemda DKI mulai melarang tempat-tempat publik untuk beroperasi. Kabar ini baru sore tadi kudapat. Ancol, Ragunan, kawasan Monas dan juga kawasan kota Tua ditutup, demikian juga dengan museum-museum. Untuk sementara dibersihkan dulu dan menutup kesempatan warga untuk berkumpul dengan banyak orang. Beberapa kegiatan yang kiranya mengumpulkan banyak orang pun ditunda.

Di tempatku bekerja, mulai beberapa hari sudah mulai ketat dilakukan cek suhu tubuh. Beberapa di antaranya yang pilek batuk pun mengenakan masker. Di beberapa tempat disediakan hand sanitizer.

Ya, rupanya status pandemik ini membuat sesuatunya berubah.  Ini sesuatu yang baru kualami. Minggu depan bisa jadi kami akan bekerja dari rumah.

Ini sesuatu hal yang tak terduga. Memang jalanan di Jakarta dan Depok masih tetap padat. Kampus pun saat ini juga masih ramai. Tapi pengunjung pusat perbelanjaan mulai berkurang. Usaha travel, penerbangan, dan hotel juga hiburan mulai mengalami penurunan. Harga bahan pangan terutama bawang bombay dan rempah-rempah mulai mengalami kenaikan. Aku berharap masyarakat tetap tenang, sabar, dan tabah. Bukannya orang Indonesia dikenal sangat tabah dan bermental baja?

Dua hari ini, saat pagi dan malam hari aku berdoa dengan sungguh-sungguh agar situasi ini segera berubah. Aku berdoa agar virus itu tak lagi jadi ancaman. Aku berharap situasi kembali normal, baik di Indonesia maupun negara-negara lainnya.

Gambar: pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Maret 13, 2020.

2 Tanggapan to “Doa”

  1. Semoga wabah ini sgra teratasi. Tuhan beserta kita, apapun yg terjadi. Doa adlah cara utk bersandar pd yg kuasa. Sgla sstu trjdi di bawah izin dan kndali yg kuasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: