Era Digital, Bagaimana dengan Jalan-jalan Virtual?


Tahun lalu ketika melakukan riset dalam rangka membuat sebuan makalah proseding tentang rancangan aplikasi museum Indonesia, aku menemui beberapa aplikasi museum dunia menambahkan fitur tur virtual. Fitur ini mungkin dulu kurang populer, namun pada situasi seperti ini, tur virtual bisa menjadi salah satu alternatif, jalan-jalan hanya lewat mata.

Konsep jalan-jalan virtual ini menurutku seperti bermain gim. Pemain hendak menuju tujuan berikutnya, ia diberikan peta dan kemudian memilih sendiri jalan yang akan dilaluinya dengan berbagai jenis hambatan berbeda. Kita sebagai pemain bisa melihat panorama yang disajikan, bisa jalan-jalan ke tempat menawan seperti riil dengan sudut pandang player dalam gim. Kita seperti melihat dengan mata sendiri.

Pada awal-awal pandemi jalan-jalan virtual ini pun digemari. Mereka yang tertarik jalan-jalan secara virtual melihat-lihat koleksi museum yang terkenal pun meningkat drastis.

Bagaimana dengan di Indonesia?
Yang paling terdampak dengan pandemi Covid-19 salah satunya bisnis pariwisata. Saat ini pada situasi ‘new normal’ beberapa tempat wisata mulai dibuka dengan batasan jumlah pengunjung dan jam operasionalnya. Tapi tetap ada risiko. Saat ini masih riskan.

Mereka yang bergerak di bidang jasa tur pun memutar otak. Salah satunya mba Ira Lathief, komandan dalam Wisata Kreatif Jakarta. Tak mau berlarut dengan berkeluh kesah soal pandemi maka ia menciptakan model bisnis baru. Jasa tur virtual.

Ia kemudian mengajakku mencobainya. Yuk ikut jalan-jalan virtual. Eksplore Paris, nanti aku yang jadi guide-nya.

Oke Minggu sore aku lagi malas melakukan apa-apa. Aku pun menyanggupi. Tepat pada jam yang dijanjikan maka aku sudah siap di depan laptop.

Mba Ira yang kukenal memang perempuan yang cerdas dan penuh semangat. Ia sudah bertahun-tahun bergelut di bidang pariwisata. Hasratnya ada di bidang jasa tur, menjadi guide, mengantar para wisatawan berkeliling Jakarta.

Sudah beberapa kali aku bertemu dan melakukan aktivitas bersamanya. Eksplore Cirebon, napak tilas Asian Games era Soekarno dan mendapatkan pengalaman menarik berupacara bendera di Pangalengan. Ia juga mengajakku untuk aktif di sebuah festival yang mempererat toleransi beragama. Ya, ada banyak hal baru dan seru bersamanya.

Ia mengajakku mencicipi tur virtual menjelajah Paris. Dari bandara hingga berkeliling landmark Paris yang terkenal.

Dalam wisata virtual sekitar 90 menitan itu ia mengajak para peserta mengunjungi ikon Paris, seperti Museum Louvre, Menara Eiffel, Istana Versailles, Teater Moulin Rouge, air mancur di Place de la Concorde, Sungai Seine, dan masih banyak lagi. Ia bercerita tentang sebuah tugu yang menjadi inspirasi Monas, dan juga membahas tentang aktivitas masyarakat di sana.

Ia juga menyelingi ceritanya dengan film-film yang berlatar dan bersyuting di Paris. Ternyata ada banyak lho. Ada kisah “Amelie”, gadis yang unik; penjelajahan Profesor Landon dalam “Da Vinci Code”, si cantik “Marie Antoinette” yang diperankan Kirsten Dunst, obrolan seru dalam “Before Sunrise”, dan masih banyak lagi.

Mobil antik
Konsepnya menarik nih. Bagi yang sudah kangen berwisata bisa mencoba cara baru ini. Mba Ira memiliki banyak pilihan tur, dari keliling Jabodetabek dengan wisata tematik, misal jelajah kuliner Cikini, jelajah kampung Tugu, dan lain-lain. Juga ada tur virtual nusantara dan ke mancanegara.

Kalian bisa lihat langsung jadwal turnya di akun IG wisata kreatif Jakarta. Biayanya terjangkau.

Wah bermimpi dulu ke sana sambil lihat visualnya dulu di tur virtual. Siapa tahu bisa ke sana langsung suatu ketika.

~ oleh dewipuspasari pada Juli 7, 2020.

5 Tanggapan to “Era Digital, Bagaimana dengan Jalan-jalan Virtual?”

  1. Tur virtual.. Keren idea 👌

  2. Tur virtual? Waw… terbobosan bnget ya. Situasi sulit menginspirasi org jd kreatif.

    Btw, gmn ttg biaya psrta yg ikut tur virtual? Di postingan ini sy blm dpt info jg lwat platform ap klau sy mau ikutan?

    Keren dan bikin pnsran… impian jg mau jln2 luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: