Kopi Jahe

Kopi jahe
Aroma kopi jahe menguar. Aromanya memberiku nuansa damai dan tenang. Uapnya masih mengepul karena kuseduh dengan air mendidih, lalu kuhirup perlahan. Ah enaknya, aku merasa mendapat suntikan semangat. Manis, pahit, dan hangat.

Hidup itu seperti kopi dengan gula. Ada rasa pahitnya, juga manisnya. Jika dirasai perlahan-lahan dalam kopi juga kaya rasa, ada nuansa rempah-rempahnya kadang-kadang seperti ada rasa cokelat, juga tak jarang ada rasa seperti kacang. Hidup memang tak selalu putih dan hitam, ada bumbunya.

Dengan tambahan jahe, maka ada nuansa hangat di dalamnya. Seperti kehidupan sesekali juga perlu faktor luar seperti makan dan bepergian bersama untuk menambah kehangatan.

Kopi jahe akan makin sedap bila gulanya menggunakan gula aren. Aroma manis khas aren akan makin memperkuat cita rasa. Ditambahkan rempah-rempah seperti cengkeh maka rasanya bakal makin semarak. Bila ditambah susu maka rasanya akan makin kaya.

Aku merindukan kopi jahe. Biasanya ia kunikmati saat malam hari atau pagi hari. Aku ingin merasainya saat berbuka nanti.

~ oleh dewipuspasari pada April 19, 2021.

2 Tanggapan to “Kopi Jahe”

  1. tadi malam habis minum wedang jahe di angkringan malah kak hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: